Jambi – Pemerintah Provinsi Jambi mulai menyiapkan langkah serius untuk memastikan kondisi psikologis tenaga pendidik tetap stabil. Menindaklanjuti instruksi langsung Gubernur Jambi, Al Haris, Pemprov Jambi akan melaksanakan tes psikologi massal bagi guru dan tenaga kependidikan di lingkungan sekolah negeri.
Kebijakan ini mencuat setelah adanya sorotan publik terhadap kasus yang terjadi di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur. Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa pelaksanaan psikotes bukan ditujukan pada individu tertentu, melainkan sebagai langkah pencegahan dan evaluasi menyeluruh.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, M. Umar, menyampaikan bahwa tahap awal tes psikologi akan difokuskan kepada kepala satuan pendidikan SMA dan SMK negeri, dengan jumlah peserta sekitar 289 orang. Selanjutnya, program ini akan diperluas secara bertahap ke seluruh guru dan tenaga kependidikan.
Tes psikologi ini akan melibatkan pihak profesional dan rumah sakit jiwa guna memastikan hasil yang objektif dan akurat. Pemerintah berharap, melalui langkah ini, kualitas lingkungan belajar tetap terjaga dan potensi masalah psikologis yang dapat berdampak pada siswa bisa dicegah sejak dini.
Pemprov Jambi menilai kesehatan mental guru sama pentingnya dengan kompetensi akademik, karena berperan besar dalam menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan produktif di sekolah.(Tim)






