Ebrita.com – Satpam sebuah SPBU menjadi sorotan publik setelah videonya menolak kendaraan berpelat dinas yang diduga milik institusi militer saat hendak mengisi BBM subsidi jenis Pertalite. Momen tersebut beredar luas di media sosial dan menuai beragam reaksi dari warganet, mayoritas memberi apresiasi atas tindakan tegas sang petugas.
Dalam video yang beredar, terlihat seorang satpam menghampiri pengendara dan memberikan penjelasan bahwa kendaraan berpelat dinas tidak diperbolehkan mengisi BBM bersubsidi sesuai ketentuan yang berlaku. Pengendara kemudian memilih pergi dan tidak melakukan pengisian.
Meski tidak diketahui lokasi pasti kejadian maupun identitas kendaraan, aksi satpam tersebut langsung menuai pujian. Banyak warganet menilai bahwa tindakan tersebut mencerminkan ketegasan pelaksanaan aturan di lapangan, terlebih isu penyalahgunaan BBM bersubsidi kerap menjadi sorotan publik.
Beberapa komentar warganet menilai bahwa pengawasan seperti itu penting agar subsidi tepat sasaran. Ada pula yang menyebut tindakan tersebut merupakan contoh keberanian petugas lapangan untuk menegakkan aturan tanpa pandang bulu, meski kepada kendaraan dinas atau berpelat instansi tertentu.
Sementara itu, aturan mengenai BBM bersubsidi memang menegaskan bahwa bahan bakar seperti Pertalite ditujukan untuk masyarakat umum dengan kriteria tertentu. Kendaraan dinas pemerintah, termasuk milik instansi pertahanan, umumnya tidak diperkenankan menerima subsidi karena operasionalnya dibiayai oleh anggaran negara.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPBU maupun institusi terkait mengenai kejadian tersebut. Namun diskusi panas di ruang publik menunjukan bahwa transparansi dan ketegasan dalam distribusi subsidi masih menjadi isu penting bagi masyarakat.(tim)





