SUNGAI PENUH – Pada hari pertama masuk sekolah tahun pembelajaran 2021/2022, beberapa sekolah di kota Sungai Penuh telah menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), salah satunya Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 8 yang berada di desa Gedang Sungai Penuh.
Kepala SMP Negeri 8 Sungai Penuh, Misyenni, S.Pd mengatakan, selama tiga hari kedepan pihaknya akan melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa kelas tujuh.
“Untuk masa pengenalan ini diikuti sekitar 261 siswa, yang dibagi sebanyak 7 kelas. Dimana satu kelas rata-rata sekitar 33 siswa, kemudian akan dilanjutkan dengan pendaftaran ulang bagi siswa kelas delapan dan sembilan,” kata Misyenni, Senin (12/07).
Ditambahkan Misyenni, untuk pembelajaran tatap muka mulai efektif dilaksanakan pada tanggal 19 Juli 2021 secara serentak. Nantinya pembelajaran tatap muka akan di lakukan secara bergantian antara kelas tujuh, delapan dan sembilan.
“Pada pembelajaran Tatap Muka nanti teknis waktunya dikurangi, yang biasanya selama 45 menit maka kita kurangi menjadi sekitar 25-30 menit per jamnya. Selain itu dalam pembelajaran tatap muka kita akan menerapkan protokol kesehatan secara ketat agar tidak terjadi penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah,” tambahnya.
Pembelajaran tatap muka pada tahun ajaran baru ini dilaksanakan, karena banyaknya permintaan dari orang tua siswa. Maka dari permintaan itu pihak sekolah melaksanakannya.
“Orang tua siswa juga sangat menginginkan anaknya belajar tatap muka,” tutup Kepala SMP Negeri 8 Sungai Penuh.
Sementara itu, Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh, Dr. Roli Darsa, M.Pd menjelaskan bahwa surat instruksi Walikota Sungai Penuh mengenai pembelajaran tatap muka pada masa pandemi saat ini sudah keluar.
“Selama proses pembelajaran tatap muka harus menerapkan protokol kesehatan dan menyiapkan alat protokol kesehatan. Kita juga telah mengecek kesiapan masing-masing sekolah mulai dari tempat cuci tangan, alat pengukur suhu dan lain sebagainya,” tutur Roli Darsa.
Untuk pelaksanaan vaksinasi Guru di Kota Sungai Penuh, dijelaskan Roli Darsa, bisa dipastikan hampir seluruhnya sudah divaksin. “Kemungkinan guru yang memiliki penyakit bawaan ditunda vaksin oleh tenaga kesehatan, hal ini sesuai dengan surat edaran dari dinas pendidikan sebelumnya yang mengharuskan guru divaksin sebelum pembelajaran tatap muka di mulai pada tahun ajaran baru ini,” tutupnya.(*/Yor)







