PALEMBANG — Dengan dilantiknya Al Bilhaq Thabrani Saputra sebagai Ketua Umum, HMI Komisariat STIHPADA Estafet kepemimpinan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat STIHPADA resmi berganti. Al Bilhaq Thabrani Saputra dilantik sebagai Ketua Umum HMI Komisariat STIHPADA pada Jumat, 11 September 2026, bertempat di Auditorium Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan.
Pelantikan tersebut menjadi titik awal bagi kepengurusan baru untuk membawa HMI Komisariat STIHPADA tidak hanya sebagai organisasi perkaderan, tetapi juga sebagai ruang lahirnya gagasan, kritik, dan gerakan yang mampu menjawab persoalan kampus, masyarakat, serta kebangsaan.
Dalam momentum pelantikan tersebut, Al Bilhaq menegaskan bahwa kepemimpinan yang diembannya bukanlah sekadar pergantian struktur organisasi. Baginya, kepemimpinan HMI harus mampu melahirkan keberanian untuk berpikir, bersikap, dan mengambil peran dalam setiap persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat.
“Menjadi Ketua Umum bukan tentang siapa yang paling depan, tetapi siapa yang paling siap memikul tanggung jawab. HMI harus hadir dengan gagasan, bukan sekadar suara; dengan gerakan, bukan sekadar wacana,” tegas Al Bilhaq.
Ia menilai tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks. Karena itu, HMI Komisariat STIHPADA harus mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati diri sebagai organisasi mahasiswa Islam yang memiliki tradisi intelektual, perkaderan, dan pengabdian.
Menurutnya, kader HMI tidak boleh berhenti pada aktivitas internal organisasi. Kader harus memiliki kepekaan terhadap realitas sosial dan keberanian untuk memberikan solusi atas berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.
“Kita tidak ingin melahirkan kader yang hanya aktif di ruang-ruang diskusi, tetapi gagap ketika berhadapan dengan realitas. Kader HMI harus mampu membaca keadaan, menguasai gagasan, dan hadir memberikan manfaat,” ujarnya.
Di bawah kepemimpinannya, Al Bilhaq berkomitmen memperkuat tiga fondasi utama HMI Komisariat STIHPADA, yakni kaderisasi, intelektualitas, dan pengabdian. Ketiganya dinilai menjadi modal penting untuk membangun komisariat yang solid sekaligus relevan dengan perkembangan zaman.
Ia juga mengajak seluruh kader untuk menjadikan perbedaan pandangan sebagai kekuatan, bukan alasan untuk terpecah. Menurutnya, tradisi intelektual HMI harus tetap hidup melalui ruang diskusi yang sehat, kritis, dan terbuka.
“Kita boleh berbeda dalam gagasan, tetapi harus bertemu dalam tujuan. HMI Komisariat STIHPADA harus menjadi rumah bersama bagi kader untuk belajar, bertumbuh, dan mengabdi,” tambahnya.
Al Bilhaq berharap kepengurusan yang dipimpinnya mampu meninggalkan rekam jejak yang konkret, bukan hanya melalui program kerja, tetapi melalui peningkatan kualitas kader dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Kepengurusan ini akan kami jadikan sebagai momentum untuk membuktikan bahwa HMI Komisariat STIHPADA mampu bergerak lebih progresif, lebih intelektual, dan lebih dekat dengan persoalan masyarakat. Karena bagi kami, kaderisasi bukan hanya mencetak pemimpin untuk hari ini, tetapi menyiapkan manusia yang mampu menjawab tantangan masa depan,” pungkasnya.(tim)





