Ebrita.com — Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Nusantara Sakti menggelar Wisuda Sarjana (S-1) ke-XIX dan Diploma III ke-XXXII untuk Tahun Akademik 2025/2026, Sabtu (6/12/2025), di GOR Kemenangan Kota Sungai Penuh. Sebanyak 141 lulusan resmi dikukuhkan dalam Sidang Senat Terbuka, terdiri dari 113 wisudawan program Sarjana (S-1) dan 28 wisudawan program Diploma III (D-3).
Ketua STIA Nusa, H. Mhd Iksan, S.E., M.M, dalam sambutannya menegaskan bahwa prosesi wisuda bukan sekadar acara seremonial, melainkan peneguhan perjalanan spiritual dan akademik para mahasiswa.
“Sidang Senat Terbuka ini merupakan tonggak transformasi menuju insan akademik yang siap mengabdi untuk bangsa dan negara,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kemajuan daerah sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang kompeten, inovatif, berkarakter, dan adaptif terhadap dinamika global.
“Administrasi publik hari ini dituntut profesional, adaptif, dan bertakwa. STIA NUSA berkomitmen menyiapkan lulusan yang mampu menjawab tantangan tersebut,” tambahnya.
Orasi Ilmiah Kolonel Irman Putra: Kearifan Lokal sebagai Pilar Indonesia Emas 2045
Selanjutnya pada acara wisuda ini juga menghadirkan Ketua Dosen Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM) Jakarta,
Kolonel CHK Dr. Irman Putra, S.il., S.H., M.H, yang menyampaikan Orasi Ilmiah bertema:
“Membangun Potensi Daerah dalam Rangka Menyongsong Indonesia Emas 2045”
Dalam orasinya, Kolonel Irman Putra mengulas dinamika perkembangan ekonomi, kemajuan ilmu pengetahuan, dan tantangan teknologi khususnya Artificial Intelligence (AI) yang kini menggeser banyak pekerjaan tradisional. Namun ia menegaskan bahwa teknologi justru membuka banyak peluang baru.
“Teknologi, termasuk AI, memang menggantikan sejumlah pekerjaan, tetapi ia juga membuka pintu bagi profesi-profesi yang sebelumnya tidak pernah ada,” jelasnya.
Kolonel Irman Putra menyoroti perspektif hukum adat masyarakat Kerinci yang dianggap memiliki kekuatan regulatif sosial jauh sebelum hadirnya hukum positif modern.
Ia mengungkapkan, penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Kerinci sukses menjaga hutan, irigasi, sungai, dan sumber daya alam melalui sistem hukum adat yang ketat, lengkap dengan sanksi sosial dan lembaga adat yang kuat.
“Integritas sosial dan kearifan lokal seperti ini adalah modal besar menuju Indonesia Emas 2045. Di tengah perubahan dunia yang cepat, masyarakat yang kokoh secara budaya akan mampu menavigasi masa depan dengan lebih baik,” tegasnya.
Menurutnya, kekayaan adat Kerinci dapat menjadi pondasi pembangunan hukum modern yang lebih manusiawi, berakar pada budaya, dan mampu menjawab tantangan global.
Dalam kesempatan ini Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, S.H, yang turut hadir, memberikan apresiasi atas kontribusi STIA NUSA sebagai perguruan tinggi yang konsisten mencetak sumber daya manusia administrasi berkualitas bagi Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci.
Ia berharap lulusan STIA-NUSA dapat mengisi berbagai ruang pembangunan daerah, baik di sektor pemerintahan maupun swasta.
“Di era digital saat ini kita harus siap berubah, berani mengambil peluang, dan terus meningkatkan kualitas diri. Teruslah belajar dan jangan ragu melamar pekerjaan ke luar daerah,” pesannya.
Prosesi wisuda STIA Nusantara Sakti tahun ini tidak hanya menjadi momen pengukuhan akademik, tetapi juga ruang refleksi tentang masa depan daerah. Melalui orasi ilmiah Kolonel Irman Putra, para lulusan diingatkan bahwa potensi lokal, kearifan adat, dan kesiapan menghadapi disrupsi teknologi adalah fondasi menuju Indonesia Emas 2045.(mrd)





