ebrita.com
Sabtu, 5 September 2026
  • Home
  • Daerah
    • Kota Jambi
    • Kerinci
    • Bungo
    • Muaro Jambi
    • Sungai Penuh
    • Tanjabar
    • Sarolangun
    • Merangin
    • Tanjabtim
    • Tebo
  • Pilkada 2024
  • Politik
  • Hukum
  • Nasional
  • Showbiz
  • Advetorial
  • Kolom
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Indeks
  • Home
  • Daerah
    • Kota Jambi
    • Kerinci
    • Bungo
    • Muaro Jambi
    • Sungai Penuh
    • Tanjabar
    • Sarolangun
    • Merangin
    • Tanjabtim
    • Tebo
  • Pilkada 2024
  • Politik
  • Hukum
  • Nasional
  • Showbiz
  • Advetorial
  • Kolom
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
ebrita.com
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Home Daerah Pilgub Politik Hukum Nasional Showbiz Advetorial Kolom
Home Daerah

Diceraikan Dua Hari Sebelum Dilantik PPPK, Kisah Pilu Melda Safitri dari Aceh: “Saya Tidak Malu, Saya Hanya Ingin Dihargai”

22/10/2025
in Daerah
3 min read
Diceraikan Dua Hari Sebelum Dilantik PPPK, Kisah Pilu Melda Safitri dari Aceh: “Saya Tidak Malu, Saya Hanya Ingin Dihargai”
165
DIBAGIKAN
270
DILIHAT
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WA

BacaJuga

Viral di Medsos, Mukena Pink Picu Rasa Penasaran Warganet

Geger Jelang Sahur, Suami Gerebek Istri di Kamar Kos dengan Pria Lain

Ebrita.com –  Hidup Melda Safitri (33) seketika berubah pada Agustus 2025 lalu. Perempuan asal Aceh Singkil itu diceraikan oleh suaminya hanya dua hari sebelum pria tersebut dilantik menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Padahal, selama bertahun-tahun, Melda telah berjuang bersama dari nol — membantu ekonomi keluarga dengan berjualan cabai, sayuran, hingga menyiapkan pakaian pelantikan suaminya dari hasil jerih payah sendiri.

Namun, takdir berkata lain. Di tengah perjuangannya membangun rumah tangga, Melda justru harus menelan pil pahit: ditinggalkan oleh pria yang ia bantu raih kesuksesan.

Dalam pengakuannya kepada Serambinews, Melda menceritakan bahwa keributan bermula hanya karena persoalan sepele — tidak adanya lauk di rumah.
“Hari itu tanggal 14 Agustus. Dia pulang sore, marah-marah karena tidak ada kawan nasi di rumah. Padahal saya mau masak apa, uang belanja saja tidak ada,” ujarnya dengan suara bergetar.

Pertengkaran kecil itu berubah menjadi perdebatan hebat. Suaminya mengucapkan kata-kata kasar yang melukai hati Melda. Malamnya, sang suami pergi bersama teman hingga larut, dan keesokan harinya pertengkaran kembali terjadi.

“Saya balas ucapannya karena capek disalahkan terus. Saya cuma bilang, kamu tidak kasih nafkah, jadi apa yang mau saya masak? Tapi dia makin marah,” tutur Melda.

Tak lama setelah itu, sang suami mengemasi pakaian, meminjam sepeda motor ke tetangga, lalu mengucapkan kata cerai.
“Dia bilang, ‘Kamu Fitri saya ceraikan satu, dua, tiga,’ lalu pergi membawa baju,” kenangnya pilu.

Yang membuat Melda semakin hancur adalah kenyataan bahwa tiga hari setelah diceraikan, tepatnya 18 Agustus 2025, suaminya resmi dilantik sebagai PPPK.
“Dia ceraikan saya karena mau jabatan. Padahal kami dulu berjuang sama-sama. Saya sempat berharap, setelah dia dilantik, bisa bantu keluarga. Tapi justru saya ditinggal sebelum dia menerima SK,” ucap Melda lirih.

Semua perlengkapan pelantikan, termasuk baju Korpri dan atributnya, dibeli Melda dari hasil jualan gorengan dan sayur di pasar.
“Bajunya dia pesan di Shopee, tapi saya yang bayar. Uangnya dari hasil jualan. Saya bantu dia dari nol sampai lulus PPPK, tapi justru saya ditinggal,” katanya menahan tangis.

Kini, dua bulan pasca perceraian, Melda berjuang menghidupi dua anaknya dengan berjualan gorengan dan minuman seribu rupiah di depan rumah.
Selama masa itu, ia sempat melakukan mediasi bersama orang tua dan Kepala Desa, namun sang suami tetap kukuh ingin berpisah.

“Dia bilang sudah lama mau menceraikan saya, cuma dulu saya masih hamil. Saya baru tahu saat mediasi,” ungkapnya.

Melda pun akhirnya memilih kembali ke rumah orang tuanya di Aceh Selatan, meninggalkan semua kenangan pahit di Aceh Singkil.
“Sebelum pulang, saya sempat datang ke rumah mertua untuk minta maaf. Tapi tidak satu pun dari mereka yang mengantar. Hanya tetangga-tetangga baik yang membantu saya,” ujarnya.

Melda menegaskan, dirinya tidak bermaksud membuka aib rumah tangga, melainkan ingin menyuarakan perjuangan seorang istri yang kerap terlupakan.
“Saya tidak malu. Saya cuma ingin dihargai. Saya bukan istri yang minta lebih, saya cuma ingin dihormati sebagai perempuan yang sudah berjuang,” tuturnya tegas.

Ia mengaku telah melapor ke sejumlah pihak untuk mencari keadilan, namun belum mendapat hasil. “Saya sudah ke sana kemari, tapi cuma dipandang sebelah mata,” keluhnya.

Viral di Media Sosial: “Fitri Hebat, Tetap Tegar untuk Anak-Anak”

Kisah pilu Melda pertama kali viral di Facebook lewat unggahan Rita Sugiarti Ricentil Panggabean, yang membagikan video haru saat Melda diantar para tetangganya pulang ke kampung halaman.
Dalam video berdurasi 1 menit 30 detik itu, warga tampak memeluk Melda dan membantu memuat barang ke mobil L300.

“Selamat jalan sahabat kami, Fitri. Semoga bahagia segera kau dapati,” tulis Rita di caption-nya.
Unggahan itu telah ditonton lebih dari 700 ribu kali dan menuai ribuan komentar warganet yang menyatakan simpati dan dukungan.

“Hargai perempuan yang menemani dari nol. Jabatan dan pangkat tak dibawa mati,” tulis salah satu komentar yang viral.

Kasus ini kini mendapat perhatian dari Gerakan Nasional Perlindungan Perempuan dan Anak (Germas PPA).
Wakil Ketua Umum Germas PPA, Rica Parlina, menyatakan siap memberikan pendampingan hukum dan psikologis untuk Melda dan anak-anaknya.

“Untuk Ibu Fitri, kami siap mendampingi. Kami ingin memastikan ia mendapatkan keadilan dan perlindungan. Tidak boleh ada lagi perempuan yang ditinggalkan setelah berjuang dari nol hanya karena pasangannya merasa sudah mapan,” tegas Rica dalam pernyataannya.

Meski hidupnya kini berubah drastis, Melda Safitri tetap memilih berdiri tegak. Ia menatap masa depan dengan harapan sederhana: bisa membesarkan anak-anaknya dengan penuh cinta dan martabat.

“Saya tidak akan kembali lagi. Saya ingin hidup tenang bersama anak-anak. Mungkin Allah sedang menyiapkan yang lebih baik,” ujarnya menutup cerita.(tim)

Print Friendly, PDF & Email
Topik: AcehDiceraikan SuamiPPPKViral

TerkaitBerita

LSM GAN Desak Kejagung Ambil Alih Kasus Perusakan Ruko di Muaro Jambi yang Mangkrak Lebih Setahun

LSM GAN Desak Kejagung Ambil Alih Kasus Perusakan Ruko di Muaro Jambi yang Mangkrak Lebih Setahun

27/08/2026
212
Owner Kataliseum Seret Oknum Mahasiswa Unja Ke Ranah Pidana Atas Orkestrasi Teror dan Ancaman Keselamatan Nyawa

Owner Kataliseum Seret Oknum Mahasiswa Unja Ke Ranah Pidana Atas Orkestrasi Teror dan Ancaman Keselamatan Nyawa

23/08/2026
363
Renungan Suci HUT RI ke-81, Alfin: Teladani Semangat Pahlawan

Renungan Suci HUT RI ke-81, Alfin: Teladani Semangat Pahlawan

16/08/2026
197
DPRD Merangin Gelar Rapat Paripurna Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI Peringati HUT RI Ke 81 Tahun

DPRD Merangin Gelar Rapat Paripurna Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI Peringati HUT RI Ke 81 Tahun

16/08/2026
202

Copyright © 2020 EBRITA.COM - Member of IWO | Dev by YD4AFG

  • Home
  • Redaksi
  • Iklan