eBrita.com – Donor darah merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial yang sangat mulia. Satu kantong darah bahkan dapat menyelamatkan hingga tiga nyawa. Namun, tidak semua orang diperbolehkan untuk melakukan donor darah. Ada sejumlah kondisi medis dan faktor tertentu yang membuat seseorang tidak layak sementara atau bahkan tidak boleh sama sekali menjadi pendonor.
Berikut delapan kelompok orang yang sebaiknya tidak melakukan donor darah.
1. Penderita Penyakit Menular
Orang yang memiliki penyakit menular seperti HIV/AIDS, hepatitis B atau C, serta sifilis, tidak diperbolehkan mendonorkan darah. Hal ini untuk mencegah risiko penularan penyakit melalui transfusi darah.
2. Pengidap Penyakit Kronis
Mereka yang menderita penyakit jantung, diabetes tidak terkontrol, kanker, atau gangguan ginjal kronis, tidak disarankan donor darah karena dapat memperburuk kondisi tubuh dan membahayakan penerima darah.
3. Wanita Hamil dan Menyusui
Ibu hamil atau menyusui memerlukan asupan nutrisi dan darah lebih banyak untuk dirinya dan bayi. Donor darah dapat menurunkan kadar hemoglobin dan menyebabkan anemia.
4. Baru Saja Menjalani Operasi
Seseorang yang baru selesai menjalani operasi besar atau kecil sebaiknya menunggu setidaknya 6–12 bulan sebelum melakukan donor. Hal ini untuk memastikan tubuh benar-benar pulih dan tidak ada risiko infeksi.
5. Sedang Mengonsumsi Obat Tertentu
Beberapa obat seperti antibiotik, antikoagulan (pengencer darah), dan steroid bisa memengaruhi kualitas darah. Pendonor disarankan berhenti menggunakan obat-obatan tersebut dalam jangka waktu tertentu sebelum donor.
6. Baru Melakukan Tindakan Medis Tertentu
Orang yang baru saja menjalani tato, tindik, atau akupuntur dalam kurun waktu kurang dari enam bulan tidak boleh donor darah karena risiko tertular infeksi masih tinggi.
7. Berat Badan di Bawah Standar
Untuk menjaga keselamatan pendonor, berat badan minimal yang diperbolehkan adalah 45 kilogram. Di bawah itu, tubuh berisiko mengalami pusing, lemas, atau kelelahan setelah donor.
8. Mengidap Anemia atau Tekanan Darah Tidak Normal
Pendonor wajib memiliki kadar hemoglobin yang cukup dan tekanan darah stabil. Jika mengalami anemia, hipotensi, atau hipertensi, sebaiknya menunda donor darah sampai kondisi membaik.
Donor darah memang tindakan mulia, tetapi kesehatan pendonor dan penerima harus sama-sama terjamin. Sebelum mendonorkan darah, pastikan tubuh dalam kondisi prima, cukup istirahat, dan tidak memiliki riwayat penyakit tertentu. Jika ragu, sebaiknya konsultasikan dengan petugas medis di Unit Transfusi Darah terdekat.(Tim)







