eBrita.com – Ikan teri mungkin kecil, tapi kandungan gizinya sangat besar. Di seluruh Nusantara, ikan teri menjadi lauk sederhana yang tersedia hampir di setiap pasar, dan nyatanya ia menyimpan segudang manfaat kesehatan yang tidak bisa dianggap remeh. Berikut rangkuman manfaat ikan teri berdasarkan berbagai sumber terkini.
Kandungan Gizi Ikan Teri
Berikut beberapa nilai gizi ikan teri yang penting:
- Kandungan protein tinggi, misalnya sekitar 13-20 gram protein per 100 gram teri tergantung olahan dan jenisnya.
- Kandungan kalsium cukup besar, karena teri sering dimakan beserta tulangnya.
- Asam lemak omega-3 (DHA & EPA) yang membantu fungsi jantung dan menjaga radang.
- Vitamin dan mineral lain termasuk selenium, fosfor, zat besi, vitamin A, vitamin B kompleks.
Manfaat Utama Konsumsi Ikan Teri
Menjaga Kesehatan Jantung
Kandungan omega-3 dan lemak tak jenuh membantu menurunkan kolesterol jahat dan risiko pengerasan pembuluh darah.
Kuatkan Tulang & Gigi
Karena tinggi kalsium dan fosfor, terutama bila tulangnya ikut dimakan, teri membantu menjaga kekuatan tulang dan mencegah osteoporosis.
- Dukung Fungsi Otak & Saraf
Nutrisi seperti omega-3, vitamin B kompleks, dan zat besi mendukung perkembangan dan pemeliharaan fungsi otak dan saraf. - Menyehatkan Mata
Vitamin A dan antioksidan dalam ikan teri membantu menjaga kesehatan penglihatan dan melindungi retina dari kerusakan. - Bantu Menurunkan Risiko Peradangan & Penyakit Kronis
Kandungan antioksidan dan omega-3 membantu meredakan peradangan dalam tubuh, yang bisa membantu mencegah penyakit seperti jantung, diabetes, dan lainnya. - Sumber Nutrisi yang Ekonomis
Karena harga teri relatif murah dan mudah dijumpai, nutrisi seperti protein, kalsium, dan mineral bisa diperoleh dengan biaya yang lebih rendah.
Peringatan & Tips Konsumsi Aman
Banyak teri yang diasin atau diawetkan, yang bisa membuat kandungan sodium (garam) sangat tinggi, hati-hati jika Anda memiliki hipertensi atau kondisi ginjal.
Olah dengan cara yang lebih sehat seperti dikukus, ditumis ringan, atau dipanggang daripada goreng terlalu lama agar lemak tambahan tidak berlebihan.
Untuk anak kecil atau lansia, perhatikan ukuran dan tekstur tulang ikan teri agar tetap aman dikonsumsi.
Kombinasikan dengan sayuran atau sumber vitamin lainnya agar gizi lebih seimbang.(Tim)







