ebrita.com
Sabtu, 6 Juni 2026
  • Home
  • Daerah
    • Kota Jambi
    • Kerinci
    • Bungo
    • Muaro Jambi
    • Sungai Penuh
    • Tanjabar
    • Sarolangun
    • Merangin
    • Tanjabtim
    • Tebo
  • Pilkada 2024
  • Politik
  • Hukum
  • Nasional
  • Showbiz
  • Advetorial
  • Kolom
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Indeks
  • Home
  • Daerah
    • Kota Jambi
    • Kerinci
    • Bungo
    • Muaro Jambi
    • Sungai Penuh
    • Tanjabar
    • Sarolangun
    • Merangin
    • Tanjabtim
    • Tebo
  • Pilkada 2024
  • Politik
  • Hukum
  • Nasional
  • Showbiz
  • Advetorial
  • Kolom
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
ebrita.com
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Home Daerah Pilgub Politik Hukum Nasional Showbiz Advetorial Kolom
Home Daerah

Pasar Angso Duo Berdarah: Deretan Kasus Sadis yang Guncang Jambi

14/10/2025
in Daerah, Jambi
2 min read
Pasar Angso Duo Berdarah: Deretan Kasus Sadis yang Guncang Jambi
156
DIBAGIKAN
194
DILIHAT
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WA

BacaJuga

Monadi Gandeng Bulog, Pemkab Kerinci Perkuat Ketahanan Pangan dan Jamin Serapan Hasil Petani

Pemkab Kerinci Tancap Gas Digitalisasi Desa dan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Ebrita.com — Di balik hiruk-pikuk transaksi dan aroma rempah yang semerbak setiap pagi, Pasar Angso Duo Jambi ternyata menyimpan kisah kelam yang menegangkan. Tempat yang seharusnya menjadi ruang hidup bagi ribuan pedagang kecil, kini berubah menjadi arena penuh teror dan ketakutan.

Dalam kurun waktu kurang dari setahun, serangkaian aksi kriminal brutal mengguncang pasar tradisional terbesar di Provinsi Jambi ini — dari perampokan di siang bolong hingga penikaman yang berujung maut.

Aksi Sadis Siang Bolong: Rp 31 Juta Raib, Pedagang Ditikam

Kisah kelam itu bermula pada Jumat (13/12/2024).
Seorang karyawan toko telur bernama Sahrul Nurdiansyah (26) menjadi korban perampokan sadis di tengah keramaian. Saat hendak menyetorkan uang hasil dagangan sebesar Rp 31 juta, ia ditusuk di bagian pinggang oleh kawanan pelaku yang langsung kabur membawa uang tersebut.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun kejadian ini meninggalkan trauma mendalam bagi para pedagang lainnya. Pasar yang biasanya ramai pembeli mendadak tegang — rasa aman seolah lenyap.

Belum sempat tenang, Kamis (1/5/2025), Pasar Angso Duo kembali diwarnai darah.
Seorang pria bernama Anggi tewas setelah ditikam oleh pedagang pempek dalam insiden penagihan utang.

Menurut saksi, pertengkaran dimulai dari cara korban menagih utang dengan nada keras. Emosi tersulut, pisau melayang.
Pelaku yang diketahui bernama Tomo, akhirnya menyerahkan diri ke Polresta Jambi keesokan harinya, diantar oleh keluarganya.

Kasus ini menjadi bukti bahwa konflik ekonomi di pasar bisa berubah menjadi tragedi kemanusiaan hanya dalam hitungan detik.

Kengerian belum berhenti.
Pada Senin (8/9/2025) dini hari, dua pedagang sayur menjadi korban penikaman saat mencoba menggagalkan perampokan di deretan kios sayur.
Mereka mengalami luka parah akibat senjata tajam dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Meski aksi pelaku gagal total, insiden itu menambah panjang daftar kekerasan yang membayangi para pedagang yang mencari nafkah sejak subuh.
“Sampai kapan kami harus takut setiap hari? Kami hanya ingin berdagang dengan aman,” ungkap seorang pedagang cabai dengan mata berkaca-kaca.

Dan kini, kabar yang beredar di media sosial pada awal Oktober 2025 kembali mengguncang publik.
Pasar Angso Duo “berdarah” lagi — kali ini korban ditikam di bagian mata.
Peristiwa tersebut menambah daftar panjang tragedi kekerasan di pasar yang menjadi denyut ekonomi masyarakat Jambi.

Polisi masih menyelidiki motif dan pelaku, namun bagi para pedagang, rasa aman seolah tinggal cerita lama.

Dengan sedikitnya 1.200 pedagang tetap dan ratusan pedagang harian, Pasar Angso Duo adalah nadi ekonomi rakyat. Namun kini, setiap kios bukan hanya tempat mencari rezeki, melainkan benteng pertahanan hidup.

Toko-toko sudah dibobol berulang kali, pelaku kerap lolos, dan pengawasan dinilai minim.
Para pedagang menuntut perhatian serius dari pemerintah dan aparat penegak hukum.
“Pasar ini bukan cuma tempat jual beli — ini tempat kami hidup. Kalau keamanan tidak dijaga, yang mati bukan cuma orangnya, tapi juga harapan ribuan keluarga,” ujar seorang pedagang daging dengan nada getir.(tim)

Print Friendly, PDF & Email
Topik: JambiPasar Angso DuoPenusukan

TerkaitBerita

Pemprov Jambi Tegaskan Lahan di Tanjabtim Sah Milik Negara, Didukung Sertifikat HPL

Pemprov Jambi Tegaskan Lahan di Tanjabtim Sah Milik Negara, Didukung Sertifikat HPL

05/06/2026
271
Gubernur Al Haris: Peran Ponpes Tak Tergantikan dalam Membentuk Akhlak dan Pengetahuan Generasi Muda

Gubernur Al Haris: Peran Ponpes Tak Tergantikan dalam Membentuk Akhlak dan Pengetahuan Generasi Muda

04/06/2026
269
Tender RSUD Kerinci Bernilai Rp137,5 Miliar Tuntas, Mimpi Besar Layanan Kesehatan Segera Terwujud

Tender RSUD Kerinci Bernilai Rp137,5 Miliar Tuntas, Mimpi Besar Layanan Kesehatan Segera Terwujud

02/06/2026
220
Gubernur Al Haris Ikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, Ajak ASN dan Generasi Muda Hidupkan Nilai Pancasila

Gubernur Al Haris Ikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, Ajak ASN dan Generasi Muda Hidupkan Nilai Pancasila

01/06/2026
250

KOLOM

Pemprov Jambi Tegaskan Lahan di Tanjabtim Sah Milik Negara, Didukung Sertifikat HPL

Pemprov Jambi Tegaskan Lahan di Tanjabtim Sah Milik Negara, Didukung Sertifikat HPL

5 Juni 2026

KANAL

  • Advetorial
  • Bisnis
  • Bungo
  • Daerah
  • Entertaiment
  • Healt
  • Hukrim
  • Hukum
  • Jambi
  • Kerinci
  • Kolom
  • Kota Jambi
  • Life Style
  • Merangin
  • Muaro Jambi
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sarolangun
  • Showbiz
  • Sosbud
  • Sport
  • Sungai Penuh
  • Tanjabar
  • Tanjabtim
  • Tanjung Jabung Barat
  • Tebo
  • Uncategorized

MENU

  • Home
  • Redaksi
  • Iklan
  • Privacy & Policy
ebrita.com

PT. Ebrita Jambi Media

Redaksi : Jalan Depati Parbo, Koto Lebu, Kec. Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh.

Copyright © 2020 EBRITA.COM - Member of IWO | Dev by YD4AFG

  • Home
  • Redaksi
  • Iklan