KERINCI – Pemerintah Kabupaten Kerinci terus mendorong transformasi pelayanan publik hingga ke tingkat desa. Komitmen tersebut ditegaskan melalui kegiatan Penandatanganan Komitmen Bersama Percepatan Digitalisasi Desa yang dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi (Rakor) Pengelolaan Persampahan, Kamis (23/4/2026).
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Bupati Kerinci Monadi S.Sos., M.Si itu dihadiri jajaran pemerintah daerah, kepala OPD, camat, kepala desa, hingga sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Momentum tersebut menjadi langkah penting Pemkab Kerinci dalam memperkuat tata kelola pemerintahan desa berbasis teknologi sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif terhadap persoalan lingkungan.
Dalam arahannya, Bupati Monadi menegaskan bahwa digitalisasi desa saat ini bukan lagi sekadar program pelengkap, melainkan kebutuhan utama dalam menghadapi perkembangan zaman dan tuntutan pelayanan masyarakat yang semakin cepat.
Menurutnya, desa sebagai ujung tombak pemerintahan harus mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi agar pelayanan publik berjalan lebih efektif, transparan, dan efisien.
“Digitalisasi desa bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Dengan sistem yang terintegrasi, pelayanan kepada masyarakat akan menjadi lebih cepat, akurat, dan efisien,” tegas Monadi di hadapan peserta rakor.
Ia menjelaskan, penerapan sistem digital di desa akan memberikan banyak manfaat, mulai dari pengelolaan administrasi pemerintahan, pelayanan surat-menyurat, pengarsipan data masyarakat, hingga pengelolaan potensi ekonomi desa secara lebih modern.
Selain meningkatkan kualitas pelayanan, digitalisasi juga diyakini mampu meminimalisir hambatan birokrasi yang selama ini kerap menjadi keluhan masyarakat. Pemerintah desa diharapkan mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pelayanan yang lebih terbuka dan mudah diakses masyarakat.
Bupati Monadi juga menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia di tingkat desa. Menurutnya, transformasi digital tidak hanya soal perangkat dan jaringan internet, tetapi juga kemampuan aparatur desa dalam mengoperasikan sistem yang ada.
Karena itu, Pemkab Kerinci berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kapasitas aparatur desa melalui pelatihan dan pendampingan agar digitalisasi dapat berjalan maksimal dan merata di seluruh wilayah.
Tidak hanya fokus pada digitalisasi, dalam kesempatan tersebut Pemkab Kerinci juga membahas persoalan pengelolaan sampah yang dinilai menjadi tantangan serius di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat.
Bupati Monadi menegaskan bahwa persoalan sampah harus ditangani secara terpadu dan berkelanjutan. Ia meminta seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa, hingga masyarakat untuk memiliki kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan.
“Permasalahan sampah harus ditangani secara serius dan terpadu. Diperlukan sinergi antara pemerintah dan masyarakat agar tercipta lingkungan yang bersih dan sehat,” ujarnya.
Menurut Monadi, pengelolaan sampah yang baik tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan masyarakat dan kualitas hidup secara keseluruhan. Ia pun mendorong desa-desa mulai menerapkan pola pengelolaan sampah berbasis lingkungan dan meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya memilah sampah sejak dari rumah tangga.
Rakor tersebut juga menjadi wadah koordinasi antarlembaga dalam mencari solusi terhadap persoalan persampahan di Kabupaten Kerinci, termasuk penguatan sistem pengangkutan, pengelolaan TPS, hingga upaya pengurangan sampah plastik.
Sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah, kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama oleh seluruh pemangku kepentingan. Penandatanganan itu menjadi simbol dukungan penuh terhadap percepatan digitalisasi desa sekaligus penguatan sistem pengelolaan persampahan di Kabupaten Kerinci.
Melalui langkah tersebut, Pemkab Kerinci berharap pembangunan desa berbasis teknologi dapat berjalan lebih optimal dan mampu mendorong kemajuan daerah, sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat.





