ebrita.com
Sabtu, 5 September 2026
  • Home
  • Daerah
    • Kota Jambi
    • Kerinci
    • Bungo
    • Muaro Jambi
    • Sungai Penuh
    • Tanjabar
    • Sarolangun
    • Merangin
    • Tanjabtim
    • Tebo
  • Pilkada 2024
  • Politik
  • Hukum
  • Nasional
  • Showbiz
  • Advetorial
  • Kolom
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Indeks
  • Home
  • Daerah
    • Kota Jambi
    • Kerinci
    • Bungo
    • Muaro Jambi
    • Sungai Penuh
    • Tanjabar
    • Sarolangun
    • Merangin
    • Tanjabtim
    • Tebo
  • Pilkada 2024
  • Politik
  • Hukum
  • Nasional
  • Showbiz
  • Advetorial
  • Kolom
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
ebrita.com
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Home Daerah Pilgub Politik Hukum Nasional Showbiz Advetorial Kolom
Home Nasional

Mahfud MD: Dua Cucu Saya Keracunan MBG di Yogyakarta, “Nyawa Tidak Boleh Jadi Angka”

01/10/2025
in Nasional, Pemerintahan
2 min read
Mahfud MD: Dua Cucu Saya Keracunan MBG di Yogyakarta, “Nyawa Tidak Boleh Jadi Angka”
14
DIBAGIKAN
176
DILIHAT
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WA

BacaJuga

BGN Kembalikan Rp 70 T dari Anggaran MBG, Menkeu: Uangnya Belum Ada

Dua Bakteri Penyebab Keracunan Massal Program MBG Terungkap

eBrita.com – Mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, mengungkap kabar memilukan: dua orang dari kerabatnya (cucu ponakan) menjadi korban keracunan dalam program MBG (Makan Bergizi Gratis) di Yogyakarta. Mahfud menyatakan bahwa kejadian tersebut tidak boleh dianggap remeh meskipun persentase kasus tergolong kecil.

“Cucu saya juga keracunan. Iya, MBG. Di Yogyakarta. Cucu ponakan ya,” kata Mahfud MD melalui kanal YouTube-nya yang tayang Selasa malam.

Ia menjelaskan bahwa kedua cucunya serta beberapa murid lain di sekolah yang sama mengalami muntah-muntah usai mengonsumsi menu MBG. Mereka sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit. “Masih dirawat di rumah sakit sampai kemarin… sekarang mungkin hari ini sudah membaik,” ujarnya.

Kritik Terhadap Pernyataan Statistik Pemerintah

Mahfud menanggapi pernyataan Presiden Prabowo bahwa kesalahan distribusi MBG hanya mencapai 0,00017 persen dari total penerima. Menurutnya, angka kecil itu tidak bisa dijadikan alasan untuk mengabaikan kejadian. Baginya, persoalan kesehatan dan nyawa harus menjadi prioritas, bukan sekadar hitung-hitungan statistik.

“Jutaan pesawat terbang di dunia ini lalu lalang setiap hari, satu kecelakaan saja sudah jadi peristiwa besar — apalagi ini menyangkut nyawa dan kesehatan anak,” tegas Mahfud.

Sorotan terhadap Tata Kelola MBG

Lebih jauh, Mahfud menyampaikan kritik terkait tata kelola program MBG. Ia mempertanyakan peran pemerintah daerah dalam struktur program tersebut, serta siapa yang bertanggung jawab saat terjadi keracunan:

Kadang pemda yang “turun tangan”, padahal peran strukturalnya dalam MBG belum jelas. Ada guru yang bukan panitia namun ikut menangani distribusi atau pembersihan sisa makanan.

Mahfud juga menekankan bahwa program sebesar MBG harus memiliki landasan hukum yang kuat, agar tidak terjadi kebingungan tanggung jawab.

Menurutnya, diperlukan aturan jelas seperti Perpres, PP, atau undang-undang agar setiap pihak tahu peran dan batas tanggung jawabnya.

Implikasi dan Harapan Publik

Kabar ini memunculkan beberapa implikasi penting:

Publik semakin menuntut transparansi: data lengkap korban, jenis makanan MBG yang menjadi pemicu, laboratorium pengujian, dan laporan resmi dari instansi kesehatan.

Pengawasan terhadap program MBG akan semakin diperketat, baik dari sisi distribusi, kontrol kualitas bahan pangan, hingga keamanan dan kebersihan proses penyajian.

Jika benar bahwa keluarga pejabat ikut menjadi korban, hal ini bisa mengubah persepsi publik terhadap program dan mendorong perubahan kebijakan lebih cepat.(Tim)

Print Friendly, PDF & Email
Topik: keracunan MBGprogram MBGUsut Keracunan MBG

TerkaitBerita

LSM GAN Desak Kejagung Ambil Alih Kasus Perusakan Ruko di Muaro Jambi yang Mangkrak Lebih Setahun

LSM GAN Desak Kejagung Ambil Alih Kasus Perusakan Ruko di Muaro Jambi yang Mangkrak Lebih Setahun

27/08/2026
212
ASN Kominfo Ramaikan Belanja di Pasar Bajure

ASN Kominfo Ramaikan Belanja di Pasar Bajure

17/04/2026
175
Lonjakan Pembuat Konten di Era Digital: Transformasi Profesi Milenial dan Gen Z 2026 di Indonesia

Lonjakan Pembuat Konten di Era Digital: Transformasi Profesi Milenial dan Gen Z 2026 di Indonesia

07/04/2026
227
Dana PIP Harus Diterima Utuh oleh Siswa, Kemendikdasmen Tegaskan Pemotong Akan Dipidana

Dana PIP Harus Diterima Utuh oleh Siswa, Kemendikdasmen Tegaskan Pemotong Akan Dipidana

27/02/2026
217

Copyright © 2020 EBRITA.COM - Member of IWO | Dev by YD4AFG

  • Home
  • Redaksi
  • Iklan