ebrita.com
Sabtu, 5 September 2026
  • Home
  • Daerah
    • Kota Jambi
    • Kerinci
    • Bungo
    • Muaro Jambi
    • Sungai Penuh
    • Tanjabar
    • Sarolangun
    • Merangin
    • Tanjabtim
    • Tebo
  • Pilkada 2024
  • Politik
  • Hukum
  • Nasional
  • Showbiz
  • Advetorial
  • Kolom
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Indeks
  • Home
  • Daerah
    • Kota Jambi
    • Kerinci
    • Bungo
    • Muaro Jambi
    • Sungai Penuh
    • Tanjabar
    • Sarolangun
    • Merangin
    • Tanjabtim
    • Tebo
  • Pilkada 2024
  • Politik
  • Hukum
  • Nasional
  • Showbiz
  • Advetorial
  • Kolom
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
ebrita.com
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Home Daerah Pilgub Politik Hukum Nasional Showbiz Advetorial Kolom
Home Nasional

BGN Soal Hiu Goreng Jadi Menu MBG: Apakah Ini Kearifan Lokal atau Bahaya Pangan?

25/09/2025
in Nasional, Pemerintahan
2 min read
BGN Soal Hiu Goreng Jadi Menu MBG: Apakah Ini Kearifan Lokal atau Bahaya Pangan?
83
DIBAGIKAN
167
DILIHAT
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WA

BacaJuga

Membongkar ‘Siasat’ Kelangkaan Susu di Dapur MBG Kerinci-Sungai Penuh

BGN Kembalikan Rp 70 T dari Anggaran MBG, Menkeu: Uangnya Belum Ada

eBrita.com – Isu penggunaan ikan hiu goreng sebagai menu dalam skema MBG, memicu perdebatan di kalangan publik. Beberapa pihak menganggapnya sebagai bentuk kearifan lokal dalam memanfaatkan sumber daya laut setempat, sementara pihak lain memperingatkan potensi risiko pangan, kelestarian hiu, dan regulasi lingkungan yang mungkin dilanggar.

Latar Belakang & Pro-Kontra

Menurut sumber yang tersebar, menu hiu goreng ini digunakan dalam beberapa pelaksanaan MBG di wilayah pesisir, di mana masyarakat setempat sudah terbiasa mengonsumsi ikan laut laut sebagai protein utama. Pemerintah daerah setempat , oleh inisiator menu, dikabarkan mempertimbangkan menu tersebut sebagai bagian dari upaya penguatan identitas lokal dan kemandirian pangan.

Namun, muncul kritik dari pakar kelautan dan kesehatan pangan yang menyatakan

  1. Potensi kandungan racun atau logam berat : Ikan hiu termasuk predator laut yang rentan mengakumulasi merkuri dan bahan pencemar lain dalam tubuhnya.
  2. Isu kelestarian satwa : Beberapa spesies hiu dilindungi atau terancam. Penggunaan hiu sebagai bahan makanan massal bisa menimbulkan tekanan terhadap populasi laut.
  3. Regulasi & standar pangan : Apakah menu hiu goreng sudah memenuhi standar keamanan pangan nasional (BPOM, Dinas Kesehatan) terkait penanganan, pemrosesan, dan pengawetan.

Respons Pemerintah dan Tokoh Terkait

Beberapa pejabat BGN (Badan atau lembaga terkait MBG) disebut-sebut memberikan klarifikasi bahwa penggunaan menu hiu goreng ini tidak dimaksudkan sebagai agenda massal, tetapi sebagai oppsi menu alternatif di wilayah pesisir. Mereka juga menegaskan bahwa harus ada kajian kelayakan pangan, serta konsultasi dengan dinas kelautan dan lingkungan.

Sementara anggota DPR atau lembaga pengawas pangan kemungkinan akan memanggil pejabat daerah tersebut untuk menjelaskan dasar pemilihan menu ini, serta menjamin bahwa menu MBG tetap aman dan berorientasi pada kesehatan masyarakat.

Risiko & Catatan Penting

  1. Jika konsumsi ikan hiu goreng dalam skala besar tanpa pengujian yang memadai, ada potensi dampak kesehatan jangka panjang bagi masyarakat, terutama dari akumulasi merkuri.
  2. Perlu audit lingkungan terkait apakah penangkapan hiu ini berkelanjutan dan tidak melanggar UU Lingkungan & konservasi laut.
  3. Keterlibatan masyarakat lokal menjadi penting: penerimaan menu ini sangat bergantung pada budaya setempat, kebiasaan makan, dan tingkat kepercayaan terhadap keamanan pangan.

Menu hiu goreng dalam MBG menjadi cerminan ketegangan antara kearifan lokal dan tanggung jawab pangan publik. Jika memang diizinkan sebagai menu alternatif di wilayah pesisir, harus ada standar ketat pengawasan pangan dan lingkungan, agar manfaat lokal tidak berubah menjadi beban kesehatan atau kerusakan alam.

eBrita.com akan terus memantau perkembangan resmi, termasuk keputusan legislatif, tanggapan BPOM atau kementerian terkait, serta respons masyarakat terhadap menu kontroversial ini. (Tim)

Print Friendly, PDF & Email
Topik: BGNMBGmemicu kontroversiMenu MBGprogram MBG

TerkaitBerita

LSM GAN Desak Kejagung Ambil Alih Kasus Perusakan Ruko di Muaro Jambi yang Mangkrak Lebih Setahun

LSM GAN Desak Kejagung Ambil Alih Kasus Perusakan Ruko di Muaro Jambi yang Mangkrak Lebih Setahun

27/08/2026
212
ASN Kominfo Ramaikan Belanja di Pasar Bajure

ASN Kominfo Ramaikan Belanja di Pasar Bajure

17/04/2026
175
Lonjakan Pembuat Konten di Era Digital: Transformasi Profesi Milenial dan Gen Z 2026 di Indonesia

Lonjakan Pembuat Konten di Era Digital: Transformasi Profesi Milenial dan Gen Z 2026 di Indonesia

07/04/2026
227
Dana PIP Harus Diterima Utuh oleh Siswa, Kemendikdasmen Tegaskan Pemotong Akan Dipidana

Dana PIP Harus Diterima Utuh oleh Siswa, Kemendikdasmen Tegaskan Pemotong Akan Dipidana

27/02/2026
217

Copyright © 2020 EBRITA.COM - Member of IWO | Dev by YD4AFG

  • Home
  • Redaksi
  • Iklan