eBrita.com – Aktivitas vulkanik meningkat di Nusa Tenggara Timur setelah dua gunung berapi, Lewotobi Laki-laki di Flores Timur dan Ile Lewotolok di Lembata, erupsi hampir bersamaan pada Senin (22/9).
Gunung Lewotobi Laki-laki yang berstatus Level IV (Awas) tercatat meletus sekitar pukul 07.00 Wita. Erupsi menghasilkan kolom abu setinggi kurang lebih 2 kilometer dengan warna kelabu pekat, dominan ke arah barat hingga barat laut. Getaran erupsi terekam dengan amplitudo 44,4 mm dan berlangsung sekitar 100 detik.
Sementara itu, Gunung Ile Lewotolok mengalami letusan berulang sejak dini hari hingga pagi, tercatat hingga 67 kali. Kolom abu putih hingga kelabu terlihat setinggi 100 hingga 250 meter di atas puncak. Aktivitas seismik menunjukkan amplitudo 10–29 mm dengan durasi erupsi bervariasi antara satu hingga enam menit.
Pihak berwenang mengimbau warga tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas di zona bahaya. Untuk Lewotobi Laki-laki, radius aman ditetapkan 6 kilometer dari sektor rawan, sementara Ile Lewotolok ditetapkan radius 3 kilometer. Potensi lahar dingin juga diingatkan bila hujan deras mengguyur lereng gunung.
Dengan erupsi ganda ini, masyarakat di sekitar lereng kedua gunung diminta meningkatkan kewaspadaan, mengikuti arahan petugas, serta selalu menggunakan masker untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik.(Tim)





