KERINCI – Jum’at (3/2/2023) pagi, 13 Desa di Kecamatan Gunung Tujuh, tepatnya wilayah sekitar kaki Gunung Kerinci diguyur hujan abu vulkanik. Akibatnya, tanaman sayur mayur warga tertutup abu.
Seperti yang tampak di Desa Pelompek, Kecamatan Gunung Tujuh, Kerinci. Kebun cabai, kubis, sawi, terong, tomat dan tanaman lainnya tertutup abu vulkanik Gunung Kerinci.
Petani hanya bisa pasrah melihat tanaman mereka yang tertutup abu. Mereka mengaku terancam gagal panen, jika dalam dua hari ini tidak turun hujan. Lantaran banyak tanaman mereka yang mulai layu, akibat tertutup abu dan cuaca yang panas.
“Karena tanaman kita daunnya sudah tertutup abu jadinya kayak gini. Kalau hari ini tidak turun hujan, maka besok bisa kita lihat tanaman ini akan layu terancam mati. Tentunya semuanya akan gagal panen,” ujar Warga Desa Pelompek, Mukhlis, kepada ebrita.com, Jum’at (3/2/2023).
Keresahan yang sama juga disampaikan warga lainnya, Kelvin Andriansyah. “Hampir seluruh tanaman yang berada di sekitar Pelompek ini tertutup abu, sehingga kondisi tanaman ini butuh disiram. Kalau enggak ya gagal panen,” ujar Kelvin Andriansyah.
Petani berharap ada bantuan penyemprotan tanaman di ladang mereka, yang tertutup abu vulkanik Gunung Kerinci. Sehingga bisa mengurangi risiko gagal panen.
Sementara itu Camat Gunung Tujuh Kerinci, Rijaluddin menghimbau agar warga menghindari dampak buruk dari abu vulkanik ini, dengan mengurangi aktivitas diluar rumah, dan mengenakan masker saat berada di luar rumah.
“Untuk sementara warga dihimbau untuk tidak banyak beraktivitas diluar rumah dan gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah,” ujarnya.
Untuk diketahui, setelah Dua pekan aktivitas Gunung Kerinci menurun, Sabtu (4/2/2023) pagi Gunung yang dijuluki atap Sumatera tersebut kembali erupsi dengan melontarkan abu vulkanik setinggi 200 M. Sedangkan untuk status Gunung Kerinci masih berada di level Dua atau waspada, dengan radius aman 3 kilometer dari kawah aktif. (Yor)







