JAKARTA – Isu pergantian pucuk pimpinan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) semakin memanas. Di tengah sorotan publik, nama Kabareskrim Polri Komjen Pol. Syahar Diantono mencuat sebagai kandidat terkuat pengganti Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Kabar yang beredar di lingkungan istana dan parlemen menyebutkan Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan Surat Presiden (Supres) untuk dikirim ke DPR RI, berisi nama calon Kapolri baru.
Langkah ini muncul setelah gelombang kritik terhadap kepemimpinan Jenderal Listyo semakin deras, terutama pascakasus tewasnya pengemudi ojek online Affan Kurniawan akibat tertabrak anggota Brimob, serta penanganan unjuk rasa besar yang berujung ricuh dan menelan korban jiwa.
Profil dan Rekam Jejak Komjen Syahar Diantono
Komjen Syahar Diantono lahir di Blora, Jawa Tengah, 2 Februari 1970. Ia lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991, satu angkatan dengan Jenderal Listyo.
Dengan usia yang akan menginjak 56 tahun pada Februari 2026, Syahar masih memiliki masa dinas sekitar 2,5 tahun, menjadikannya figur ideal untuk melanjutkan reformasi di tubuh Polri.
Kariernya terbilang cemerlang. Ia pernah menjabat:
- Kapolres Pasuruan
- Dirreskrimsus Polda Jatim
- Kadiv Propam Polri (2022), menggantikan Ferdy Sambo di tengah kasus Brigadir J
- Kabaintelkam Polri (2024)
- Kabareskrim Polri (2025)
Perannya menonjol dalam dua skandal besar yang mengguncang Polri, yakni kasus Ferdy Sambo dan kasus narkoba Teddy Minahasa. Saat menjabat Kadiv Propam, Syahar Diantono diantono langsung memimpin penindakan terhadap Teddy, yang kini divonis penjara seumur hidup.
Berdasarkan LHKPN KPK 2023, ia tercatat memiliki harta kekayaan Rp 4,3 miliar dan tidak melaporkan kepemilikan kendaraan.
Pesaing di Bursa Calon Kapolri
Selain Syahar Diantono, dua nama lain juga disebut dalam bursa calon Kapolri:
1. Komjen Pol. Suyudi Ario Seto – Kepala BNN, lulusan Akpol 1994. Usianya lebih muda sehingga masih memiliki masa dinas sekitar 6 tahun.
2. Komjen Pol. Dedi Prasetyo – Wakapolri sejak Agustus 2025, lulusan Akabri 1990. Namun, ia hanya memiliki sisa masa dinas sekitar 10 bulan, menjadi faktor kelemahannya.
Menunggu Keputusan Presiden Prabowo
Kini, publik menantikan langkah Presiden Prabowo Subianto. Apakah ia akan mempercayakan tongkat komando Bhayangkara 1 kepada Komjen Syahar Diantono diantono yang dikenal tegas dan berani, atau justru memilih kandidat lain?. (*)





