eBrita.com – Wacana pemindahan ibu kota Provinsi Jambi kembali mencuat. Sebuah kota kecil dengan jumlah penduduk sekitar 120 ribu jiwa disebut-sebut memiliki peluang besar menggantikan Kota Jambi sebagai pusat pemerintahan provinsi.
Rencana ini muncul seiring dinamika pembangunan dan kebutuhan akan pusat pemerintahan yang lebih representatif, mengingat Kota Jambi saat ini menghadapi berbagai tantangan mulai dari kepadatan penduduk hingga keterbatasan ruang wilayah.
Menurut informasi, kota yang dimaksud saat ini memiliki 18 kelurahan dengan status otonomi penuh. Wilayah tersebut dinilai strategis karena berada di jalur penghubung antar kabupaten, memiliki akses yang cukup memadai, serta masih tersedia lahan untuk pengembangan pusat pemerintahan baru.
Wacana pemindahan ini juga dipandang sebagai langkah strategis untuk mendorong pemerataan pembangunan. Selama ini, konsentrasi ekonomi, politik, dan sosial masih bertumpu di Kota Jambi. Dengan adanya ibu kota baru, diharapkan akan lahir pusat pertumbuhan baru yang mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat di wilayah sekitarnya.
Namun demikian, rencana ini juga memunculkan pro dan kontra. Sebagian pihak menilai pemindahan ibu kota bukan solusi cepat, mengingat tantangan biaya pembangunan infrastruktur yang besar. Di sisi lain, ada pula yang mendukung karena menilai pemindahan ini justru akan membuka peluang investasi baru serta mengurangi beban Kota Jambi yang semakin padat.
Pengamat kebijakan publik menyebut, penentuan lokasi ibu kota harus melalui kajian mendalam. Faktor yang harus diperhatikan antara lain ketersediaan lahan, infrastruktur, potensi bencana, hingga dampak sosial-ekonomi bagi masyarakat setempat.
Hingga kini, Pemerintah Provinsi Jambi belum memberikan keputusan resmi terkait wacana ini. Namun, pembahasan terus bergulir dan menjadi topik hangat di tengah masyarakat. Tidak sedikit warga yang berharap wacana ini segera mendapat kejelasan, agar pembangunan daerah bisa lebih terarah.
Apabila rencana ini terealisasi, maka kota kecil berpenduduk 120 ribu jiwa tersebut akan mencatat sejarah baru sebagai pusat pemerintahan Jambi, menggantikan peran yang selama ini diemban oleh Kota Jambi.(Tim)






