ebrita.com
Kamis, 4 Juni 2026
  • Home
  • Daerah
    • Kota Jambi
    • Kerinci
    • Bungo
    • Muaro Jambi
    • Sungai Penuh
    • Tanjabar
    • Sarolangun
    • Merangin
    • Tanjabtim
    • Tebo
  • Pilkada 2024
  • Politik
  • Hukum
  • Nasional
  • Showbiz
  • Advetorial
  • Kolom
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Indeks
  • Home
  • Daerah
    • Kota Jambi
    • Kerinci
    • Bungo
    • Muaro Jambi
    • Sungai Penuh
    • Tanjabar
    • Sarolangun
    • Merangin
    • Tanjabtim
    • Tebo
  • Pilkada 2024
  • Politik
  • Hukum
  • Nasional
  • Showbiz
  • Advetorial
  • Kolom
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
ebrita.com
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Home Daerah Pilgub Politik Hukum Nasional Showbiz Advetorial Kolom
Home Nasional

Eks Marinir Nangis di TikTok, Minta Status WNI Dikembalikan

22/07/2025
in Nasional
2 min read
Eks Marinir Nangis di TikTok, Minta Status WNI Dikembalikan

Kolase foto Satria Arta Kumbara, mantan anggota Korps Marinir TNI Angkatan Laut (AL). (Tiktok: @zstorm689)

122
DIBAGIKAN
126
DILIHAT
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WA

BacaJuga

Wakil Panglima TNI Kembali Aktif, Prabowo Lantik Langsung

Mahfud MD: Politik Tak Lagi Kuasai Hukum

JAKARTA – Kisah mengejutkan datang dari mantan anggota Korps Marinir TNI Angkatan Laut (AL), Satria Arta Kumbara, yang kini viral setelah mengunggah video permintaan maaf dan harapan untuk kembali ke tanah air. Satria mengaku menyesal telah menjadi tentara bayaran Rusia dalam konflik bersenjata melawan Ukraina.

Melalui akun TikTok @zstorm689 pada Minggu (20/7), Satria menyampaikan permohonan terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan Menteri Luar Negeri Sugiono.

Dalam video tersebut, ia mengungkap penyesalannya atas keputusan yang diambil karena ketidaktahuan dan desakan ekonomi.

“Mohon izin, Bapak. Saya ingin memohon maaf sebesar-besarnya apabila ketidaktahuan saya menandatangani kontrak dengan Kementerian Pertahanan Rusia mengakibatkan dicabutnya warga negara saya,” ucap Satria, dengan suara bergetar.

Menurut pengakuannya, keputusan menjadi tentara bayaran di Rusia murni karena alasan mencari nafkah. Ia bahkan sempat meminta restu dari ibunya sebelum berangkat, tanpa menyadari risiko hukum dan politik yang menantinya.

“Saya tidak pernah berniat mengkhianati tanah air. Saya hanya ingin bekerja demi ekonomi. Tapi sekarang saya sadar, kehilangan kewarganegaraan adalah harga yang terlalu mahal,” ujarnya lirih.

Kini, Satria berharap pemerintah Indonesia bersedia membantunya memutus kontrak militer dengan Rusia dan mengembalikan status kewarganegaraannya sebagai WNI.

“Jujur saya tidak ingin kehilangan kewarganegaraan saya, karena kewarganegaraan Republik Indonesia bagi saya adalah segalanya,” lanjutnya.

Namun kenyataan tak semudah yang ia harapkan. TNI Angkatan Laut menegaskan bahwa Satria telah dipecat secara tidak hormat berdasarkan putusan Pengadilan Militer II-08 Jakarta. Vonis tersebut dijatuhkan pada 6 April 2023 dan telah berkekuatan hukum tetap sejak 17 April 2023.

Menanggapi video viral ini, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan telah memantau keberadaan Satria melalui Kedutaan Besar RI (KBRI) di Moskow.

“Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Moskow tetap memantau keberadaan dan melakukan komunikasi dengan yang bersangkutan,” jelas Juru Bicara Kemlu RI, Rolliansyah Soemirat, Selasa (22/7).

Terkait status kewarganegaraan Satria, Kemlu menegaskan bahwa hal tersebut berada di bawah kewenangan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Kisah Satria menjadi pengingat keras bahwa keputusan gegabah di luar negeri bisa berujung kehilangan identitas kebangsaan. Kini, ia hanya bisa berharap tangan pemerintah akan terulur, membawa pulang seorang anak bangsa yang tersesat langkah. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Topik: Eks MarinirEks Marinir Gabung RusiaKewarganegaraan IndonesiaKorps Marinirmantan anggotaPresiden PrabowoSatria Arta KumbaraTentara Bayaran RusiaTNI ALTNI Angkatan Laut

TerkaitBerita

Lonjakan Pembuat Konten di Era Digital: Transformasi Profesi Milenial dan Gen Z 2026 di Indonesia

Lonjakan Pembuat Konten di Era Digital: Transformasi Profesi Milenial dan Gen Z 2026 di Indonesia

07/04/2026
215
Dana PIP Harus Diterima Utuh oleh Siswa, Kemendikdasmen Tegaskan Pemotong Akan Dipidana

Dana PIP Harus Diterima Utuh oleh Siswa, Kemendikdasmen Tegaskan Pemotong Akan Dipidana

27/02/2026
207
Buka Ramadhan Ceria 2026, Wagub Sani Harap Da’i Cilik Jadi Agen Perubahan

Buka Ramadhan Ceria 2026, Wagub Sani Harap Da’i Cilik Jadi Agen Perubahan

24/02/2026
225
Temui Menteri PKP, Gubernur Al Haris bersama Para Bupati/Wali Kota Perjuangkan Program Perumahan Rakyat

Temui Menteri PKP, Gubernur Al Haris bersama Para Bupati/Wali Kota Perjuangkan Program Perumahan Rakyat

23/02/2026
218

KOLOM

Tender RSUD Kerinci Bernilai Rp137,5 Miliar Tuntas, Mimpi Besar Layanan Kesehatan Segera Terwujud

Tender RSUD Kerinci Bernilai Rp137,5 Miliar Tuntas, Mimpi Besar Layanan Kesehatan Segera Terwujud

2 Juni 2026

KANAL

  • Advetorial
  • Bisnis
  • Bungo
  • Daerah
  • Entertaiment
  • Healt
  • Hukrim
  • Hukum
  • Jambi
  • Kerinci
  • Kolom
  • Kota Jambi
  • Life Style
  • Merangin
  • Muaro Jambi
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sarolangun
  • Showbiz
  • Sosbud
  • Sport
  • Sungai Penuh
  • Tanjabar
  • Tanjabtim
  • Tanjung Jabung Barat
  • Tebo
  • Uncategorized

MENU

  • Home
  • Redaksi
  • Iklan
  • Privacy & Policy
ebrita.com

PT. Ebrita Jambi Media

Redaksi : Jalan Depati Parbo, Koto Lebu, Kec. Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh.

Copyright © 2020 EBRITA.COM - Member of IWO | Dev by YD4AFG

  • Home
  • Redaksi
  • Iklan