SUNGAI PENUH – Komitmen Pemerintah Kota Sungai Penuh untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dan membentengi generasi muda dari ancaman narkoba kembali ditegaskan.
Kamis (12/6), Walikota Sungai Penuh Alfin, SH secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pendirian Koperasi Merah Putih dan Sosialisasi Dampak Penyalahgunaan Narkoba Tahun 2025, yang digelar di Aula Kantor Walikota.
Kegiatan strategis ini dihadiri para pejabat penting, termasuk Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkumham Jambi, Kortini JM Sihotang, perwakilan Ditresnarkoba Polda Jambi Iptu Yeni Melinda, Sekda Alpian, serta jajaran kepala OPD, camat, dan para kepala desa.
Dalam sambutannya, Wako Alfin menekankan pentingnya sinergi antar instansi untuk mempercepat terbentuknya Koperasi Merah Putih sebagai bagian dari penguatan ekonomi desa.
Alfin juga menyerukan langkah konkret untuk memastikan koperasi yang terbentuk berjalan profesional, akuntabel, dan mendapat pendampingan maksimal.
“Ini bukan sekadar program administratif. Ini adalah misi bersama untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat melalui koperasi sebagai pilar ekonomi desa,” tegas Alfin.
Wako pun mengajak semua pihak mendukung penuh program prioritas nasional Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam membangun ekonomi inklusif melalui Asta Cita dan 17 Program Prioritas.
Kortini JM Sihotang dalam pemaparannya menyebutkan bahwa koperasi merah putih adalah simbol kebangkitan ekonomi desa. “Peran kita adalah memastikan legalitas koperasi bisa diperoleh secara cepat, sederhana, dan pasti,” katanya.
Tak hanya bicara ekonomi, Rakor ini juga menyentuh isu krusial penyalahgunaan narkoba. Melalui sesi sosialisasi, para peserta diingatkan akan bahaya laten narkoba yang dapat merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat, terutama di tingkat akar rumput.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Wako Alfin juga menyerahkan secara simbolis Akta Notaris dan SK Badan Hukum Koperasi Merah Putih kepada perwakilan koperasi desa, menandai dimulainya babak baru dalam penguatan ekonomi lokal di Kota Sungai Penuh.
Kegiatan ini menjadi momentum penting yang menggabungkan dua misi besar: membangun kemandirian ekonomi berbasis koperasi dan melindungi masyarakat dari ancaman narkoba.
Pemerintah Kota Sungai Penuh menunjukkan bahwa pembangunan tak hanya soal infrastruktur, tapi juga ketahanan sosial dan ekonomi dari bawah. (*/Hzq)






