ebrita.com
Jumat, 5 Juni 2026
  • Home
  • Daerah
    • Kota Jambi
    • Kerinci
    • Bungo
    • Muaro Jambi
    • Sungai Penuh
    • Tanjabar
    • Sarolangun
    • Merangin
    • Tanjabtim
    • Tebo
  • Pilkada 2024
  • Politik
  • Hukum
  • Nasional
  • Showbiz
  • Advetorial
  • Kolom
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Indeks
  • Home
  • Daerah
    • Kota Jambi
    • Kerinci
    • Bungo
    • Muaro Jambi
    • Sungai Penuh
    • Tanjabar
    • Sarolangun
    • Merangin
    • Tanjabtim
    • Tebo
  • Pilkada 2024
  • Politik
  • Hukum
  • Nasional
  • Showbiz
  • Advetorial
  • Kolom
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
ebrita.com
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Home Daerah Pilgub Politik Hukum Nasional Showbiz Advetorial Kolom
Home Daerah

Jambi Satu-satunya Provinsi di Sumatera Tanpa Klub Profesional, Kenapa Bisa Tertinggal?

02/06/2025
in Daerah, Sport
3 min read
Jambi Satu-satunya Provinsi di Sumatera Tanpa Klub Profesional, Kenapa Bisa Tertinggal?
90
DIBAGIKAN
1.2k
DILIHAT
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WA

BacaJuga

CLBK dengan Timnas? Kedatangan Shin Tae-yong Bikin Netizen Geger

Pecat Patrick Kluivert, Ini 3 Kandidat Pelatih Baru Timnas Indonesia

Ebrita.com – Di tengah maraknya geliat sepak bola nasional, Pulau Sumatera masih menyimpan satu ironi yang tak banyak disadari publik: Provinsi Jambi menjadi satu-satunya wilayah non-kepulauan di Sumatera yang tak memiliki wakil di liga sepak bola profesional Indonesia.

Saat provinsi-provinsi tetangganya seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan memiliki klub-klub kebanggaan seperti Semen Padang, PSMS Medan, hingga Sriwijaya FC yang bersaing di Liga 1 dan Liga 2, Jambi justru tak terdengar gaungnya. Tak satu pun klub dari Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah yang berpartisipasi di Liga 1, Liga 2, bahkan Liga 3.

Pertanyaan ini mencuat dalam laporan mendalam yang dipublikasikan oleh PerKlik.com, yang mencatat bahwa meski memiliki sejarah panjang dalam olahraga, Jambi belum memiliki infrastruktur, ekosistem, maupun dukungan masyarakat yang memadai untuk menopang klub sepak bola profesional.

Salah satu masalah utama yang diangkat adalah minimnya animo masyarakat terhadap klub sepak bola lokal. Berbeda dengan atmosfer di Medan atau Padang yang fanatik terhadap klub masing-masing, Jambi justru menunjukkan respons yang datar.

Hal ini tampak jelas saat tim-tim lokal Jambi berlaga di kompetisi amatir seperti Liga 4. Stadion kosong, gaung media lokal minim, dan atmosfer pertandingan jauh dari kesan profesional. Bahkan lebih banyak warga yang tertarik menonton turnamen tarkam seperti “Gubernur Cup”, di mana pertandingan sepak bola dipadukan dengan hiburan lain seperti UFC dan pertunjukan seni.

Di era modern, sepak bola telah berkembang menjadi industri hiburan bernilai besar. Klub-klub profesional mampu menjadi pendorong ekonomi lokal, sumber lapangan kerja, dan identitas daerah. Namun, hal ini belum terjadi di Jambi.

Belum ada perusahaan lokal yang bersedia menjadi sponsor utama klub. Investor juga belum tertarik menanamkan dana dalam proyek olahraga yang memerlukan visi jangka panjang. Tidak ada akademi yang terkelola dengan baik, tak ada roadmap pembangunan industri olahraga, dan tak ada strategi komersialisasi yang disusun.

Masalah utamanya: sepak bola belum dianggap sebagai sesuatu yang layak diinvestasikan di Jambi.

Jika dibandingkan dengan provinsi lain, infrastruktur sepak bola Jambi tergolong memprihatinkan. Stadion utama provinsi yang diklaim berstandar internasional justru jarang digunakan. Kursinya mulai lapuk, rumput lapangan tak terawat, dan fasilitas penunjang seperti ruang ganti, lampu stadion, hingga tribun VIP jauh dari kata layak.

Tanpa fasilitas memadai, sulit bagi talenta muda Jambi untuk berkembang. Akibatnya, banyak pemain berbakat asal Jambi memilih hijrah ke provinsi lain yang lebih mendukung karier sepak bola mereka.

Sebenarnya, Jambi sempat punya harapan melalui kehadiran Jambi United. Pada tahun 2022, klub ini berhasil menembus 32 besar Liga 3 Nasional dan menjadi pembicaraan hangat. Dengan manajemen yang rapi dan strategi pembinaan yang cukup baik, banyak yang berharap Jambi United menjadi pintu gerbang sepak bola profesional bagi Jambi.

Namun, dua tahun berselang, klub ini nyaris tak terdengar. Aktivitasnya stagnan, dan tidak sedikit yang menilai bahwa Jambi United hanyalah proyek sesaat, bahkan disebut-sebut sebagai kendaraan politik menjelang pemilu lokal.

Fenomena seperti ini bukan hal baru dalam sepak bola Indonesia, di mana klub sering kali dibentuk bukan untuk membangun olahraga, tapi sekadar alat pencitraan.

Ketika Gubernur Al Haris dilantik pada 2020, ada harapan besar dari masyarakat bahwa olahraga, khususnya sepak bola, akan menjadi bagian penting dari pembangunan daerah. Gubernur dikenal aktif berolahraga dan sering turun langsung ke berbagai ajang.

Namun, kenyataannya hingga 2025, belum ada gebrakan besar dari Pemprov Jambi terkait pembinaan atau dukungan konkret terhadap sepak bola profesional. Program usia dini, anggaran pembinaan, kemitraan dengan investor, hingga revitalisasi infrastruktur masih sebatas wacana.

Meski tampak tertinggal, Jambi belum terlambat untuk bangkit. Berikut beberapa solusi konkret yang bisa ditempuh:

1. Pembangunan Akademi Sepak Bola Usia Dini

Pemerintah bisa bekerja sama dengan sekolah, PSSI daerah, dan pelatih lokal untuk menjaring dan membina bakat muda sejak usia SD hingga SMA.

2. Renovasi Stadion dan Pembangunan Lapangan Latihan

Minimal satu stadion besar dan lapangan latihan di tiap kabupaten/kota bisa menjadi tulang punggung ekosistem sepak bola.

3. Menggandeng Klub Profesional dan Sponsor

Pemda bisa menjalin kerja sama dengan klub dari luar Jambi atau menciptakan “klub satelit” yang berbasis di Jambi. Di saat yang sama, perusahaan lokal diberi insentif untuk menjadi sponsor utama.

4. Menggelar Liga Internal Secara Rutin

Turnamen pelajar, liga antarkecamatan, atau liga antar instansi bisa jadi jalur pembibitan sekaligus hiburan lokal.

5. Peran Pemerintah Sebagai Regulator dan Fasilitator

Pemda bisa mengalokasikan anggaran, memberikan insentif, dan menciptakan regulasi yang mendukung iklim kompetisi yang sehat dan profesional.

Saatnya Bangkit, Jangan Hanya Jadi Penonton

Jambi tidak kekurangan potensi. Bakat muda ada. Semangat daerah juga ada. Yang belum hadir adalah keberanian politik, strategi yang berkelanjutan, dan kolaborasi multipihak.

Jika provinsi lain di Sumatera bisa, maka Jambi juga pasti bisa.

Sudah waktunya masyarakat, pemerintah, dan swasta bersatu membangun kembali sepak bola Jambi. Jangan biarkan Jambi terus menjadi penonton di rumah sendiri, sementara daerah lain menari di panggung sepak bola nasional.(***)

Sumber: Artikel asli telah dimuat di PerKlik.com

Print Friendly, PDF & Email
Topik: Jambi Tanpa KlubJambi UnitedLiga 3 IndonesiaLiga Sepak Bola JambiPSSISepak Bola Jambi

TerkaitBerita

Tender RSUD Kerinci Bernilai Rp137,5 Miliar Tuntas, Mimpi Besar Layanan Kesehatan Segera Terwujud

Tender RSUD Kerinci Bernilai Rp137,5 Miliar Tuntas, Mimpi Besar Layanan Kesehatan Segera Terwujud

02/06/2026
220
Inovasi Digital Diskominfo Kerinci Jadi Rujukan Daerah, Aplikasi SIMPERS Permudah Layanan Kerjasama Media

Inovasi Digital Diskominfo Kerinci Jadi Rujukan Daerah, Aplikasi SIMPERS Permudah Layanan Kerjasama Media

18/05/2026
218
Terobosan Kominfo Kerinci 2026:Layanan Kerja Sama Media Online Dipermudah, Standar Publikasi Naik Dua Kali Lipat

Terobosan Kominfo Kerinci 2026:Layanan Kerja Sama Media Online Dipermudah, Standar Publikasi Naik Dua Kali Lipat

18/05/2026
205
Monadi Gandeng Bulog, Pemkab Kerinci Perkuat Ketahanan Pangan dan Jamin Serapan Hasil Petani

Monadi Gandeng Bulog, Pemkab Kerinci Perkuat Ketahanan Pangan dan Jamin Serapan Hasil Petani

28/04/2026
210

KOLOM

Pemprov Jambi Tegaskan Lahan di Tanjabtim Sah Milik Negara, Didukung Sertifikat HPL

Pemprov Jambi Tegaskan Lahan di Tanjabtim Sah Milik Negara, Didukung Sertifikat HPL

5 Juni 2026

KANAL

  • Advetorial
  • Bisnis
  • Bungo
  • Daerah
  • Entertaiment
  • Healt
  • Hukrim
  • Hukum
  • Jambi
  • Kerinci
  • Kolom
  • Kota Jambi
  • Life Style
  • Merangin
  • Muaro Jambi
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sarolangun
  • Showbiz
  • Sosbud
  • Sport
  • Sungai Penuh
  • Tanjabar
  • Tanjabtim
  • Tanjung Jabung Barat
  • Tebo
  • Uncategorized

MENU

  • Home
  • Redaksi
  • Iklan
  • Privacy & Policy
ebrita.com

PT. Ebrita Jambi Media

Redaksi : Jalan Depati Parbo, Koto Lebu, Kec. Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh.

Copyright © 2020 EBRITA.COM - Member of IWO | Dev by YD4AFG

  • Home
  • Redaksi
  • Iklan