Ebrita.com– Momen bersejarah terjadi di Provinsi Jambi pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025. Sebanyak 1.265 tenaga honorer dari berbagai bidang resmi diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Penantian panjang itu akhirnya terbayar lunas, ditandai dengan penyerahan langsung Surat Keputusan (SK) oleh Gubernur Jambi, Al Haris, Jumat (1/5/2025) pagi.
Kegiatan penyerahan SK yang digelar usai upacara Hardiknas di Lapangan Kantor Gubernur Jambi itu dipenuhi suasana haru dan penuh kebanggaan. Wajah-wajah bahagia tampak menghiasi para penerima SK yang selama bertahun-tahun mengabdi sebagai tenaga non-ASN di lingkup Pemerintah Provinsi Jambi.
“Setelah menerima SK, saya minta ada lompatan kinerja. Anak-anak kita perlu layanan pendidikan yang berkualitas, bukan hanya formalitas. Kita harus menjamin mereka mendapat ilmu, pendidikan, dan akhlak yang baik,” ujar Gubernur Al Haris dalam sambutannya.
Adapun rincian penerima SK PPPK terdiri dari 1.140 tenaga pendidikan, 65 tenaga kesehatan, dan 60 tenaga teknis. Jumlah ini menunjukkan bahwa sektor pendidikan masih menjadi perhatian utama Pemprov Jambi dalam pengangkatan aparatur negara.
Tak hanya menekankan pentingnya kualitas pelayanan pendidikan, Gubernur juga menyoroti tantangan baru di kalangan pelajar, seperti maraknya judi online. Ia menyebutkan bahwa para guru dan orang tua memiliki tanggung jawab moral untuk membentengi anak-anak dari pengaruh negatif yang berkembang pesat di era digital.
“Kalau hari ini masih ada anak-anak kita yang terlibat judi online, berarti kita belum optimal dalam mengawasi dan membimbing mereka. Ini tugas kita bersama sebagai pendidik dan orang tua,” tegas Al Haris.
Lebih jauh, Gubernur Jambi juga memberikan pesan khusus kepada pegawai non-ASN yang belum berhasil lolos dalam seleksi PPPK 2024. Ia meminta mereka untuk tetap semangat dan terus menunjukkan kinerja terbaik, karena masih terbuka peluang ke depan melalui kebijakan pemerintah pusat yang memberi ruang bagi daerah menata kepegawaian.
“Untuk pegawai non-ASN yang belum lulus PPPK, jangan patah semangat. Kinerja kalian akan terus dipantau dan menjadi bahan pertimbangan ke depan. Jika menunjukkan dedikasi dan etos kerja yang baik, peluang menjadi PPPK tetap terbuka lebar,” ujarnya memberi semangat.
Pengangkatan 1.265 PPPK ini menjadi tonggak penting dalam upaya reformasi birokrasi berbasis kinerja di Provinsi Jambi. Tidak hanya meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja, kebijakan ini juga diharapkan berdampak langsung terhadap peningkatan mutu layanan publik, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan.
Bagi para penerima SK, hari ini menjadi awal dari babak baru pengabdian mereka sebagai bagian dari aparatur pemerintah. Dengan status dan tanggung jawab yang kini semakin besar, harapan masyarakat pun ikut mengalir agar pelayanan yang diberikan semakin maksimal dan profesional.
Pemprov Jambi sendiri berkomitmen untuk terus membuka ruang pembinaan dan peningkatan kapasitas bagi para PPPK dan tenaga non-ASN lainnya sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.(Tim)






