Ebrita.com – Tanaman sereh (Cymbopogon citratus) mungkin selama ini hanya dikenal sebagai pelengkap bumbu masakan. Namun di balik aroma khasnya yang segar, sereh ternyata menyimpan segudang manfaat bagi kesehatan. Kini, di berbagai sudut Nabire, sereh mulai naik daun sebagai bahan dasar ramuan herbal alami yang digemari banyak kalangan.
Aroma sitronelal yang terkandung dalam batang dan daun sereh bukan hanya memikat indera penciuman, tetapi juga membawa efek terapeutik. Mulai dari meredakan stres, memperlancar sistem pencernaan, hingga membantu menurunkan tekanan darah. Cukup dengan merebus batang dan daun sereh, masyarakat bisa menikmati segelas teh herbal yang tidak hanya nikmat, tapi juga menyehatkan.
Ibu Kartini, seorang peracik jamu rumahan di Kelurahan Sanoba, berbagi pengalamannya. “Pelanggan saya semakin banyak yang mencari air rebusan sereh. Biasanya mereka minta dicampur jahe dan madu. Rasanya hangat dan menyegarkan. Katanya, badan jadi lebih bugar dan tidak gampang sakit,” ungkapnya dengan semangat.
Tidak hanya dikonsumsi, sereh juga diolah menjadi minyak gosok alami. Dengan teknik penyulingan sederhana, masyarakat mampu menghasilkan minyak sereh yang ampuh untuk mengatasi pegal linu dan menjadi pengusir nyamuk alami. Khasiatnya yang serbaguna membuat sereh jadi pilihan utama sebagai solusi kesehatan rumahan yang praktis dan ekonomis.
Melihat potensi yang besar ini, tidak sedikit warga Nabire mulai menanam sereh di pekarangan rumah mereka. Tanaman ini tidak membutuhkan perawatan khusus dan bisa tumbuh subur di berbagai jenis tanah. Dengan modal kecil dan kemauan yang besar, siapa pun bisa memanfaatkan tanaman ini untuk menjaga kesehatan keluarga.
Sereh bukan lagi sekadar bumbu dapur. Di tangan masyarakat Nabire, sereh menjelma menjadi tanaman multifungsi yang menyehatkan sekaligus menginspirasi gaya hidup alami dan mandiri. Dari dapur ke gelas, dari pekarangan ke botol minyak—sereh kini hadir sebagai sahabat setia kesehatan keluarga.(Tim)





