Ebrita.com – Meski belum ada pengumuman resmi dari internal Partai Amanat Nasional (PAN), wacana siapa yang akan memimpin DPW PAN Provinsi Jambi ke depan mulai ramai dibicarakan di kalangan politisi dan pengamat. Empat nama yang mencuat dinilai memiliki rekam jejak kuat, pengaruh politik signifikan, dan kedekatan dengan akar rumput partai. Mereka adalah Muhammad Hafiz Fattah, Bambang Bayu Suseno, Maulana, dan Al Haris.
- Muhammad Hafiz Fattah: Representasi Darah Politik dan Legislatif
Sebagai Ketua DPRD Provinsi Jambi, Hafiz Fattah jelas memiliki kekuatan politik dan struktur. Ia bukan hanya politisi muda—lahir 1991—tetapi juga berasal dari keluarga politikus besar. Ayahnya, Abdul Fattah, adalah mantan Bupati Batanghari dua periode, dan ibunya, Sofia Joesoef, mantan Wakil Bupati. Hafiz juga memiliki jaringan kuat melalui istrinya, Anita Yasmin, Ketua DPRD Batanghari.
Namun, meski posisinya kini kuat, Hafiz pernah tersandung isu sensitif pada Pileg 2019, di mana ia dicoret dari daftar caleg PAN diduga karena kasus narkoba. Meskipun tidak pernah terbukti secara hukum, catatan ini bisa menjadi pertimbangan dalam pertarungan internal DPW. Namun, ia tetap punya daya tarik sebagai representasi regenerasi politik di tubuh PAN Jambi.
- Bambang Bayu Suseno (BBS): Loyalis PAN Sejak Lama
BBS adalah figur dengan loyalitas panjang terhadap PAN. Sejak 1999 ia sudah menjadi kader partai dan meniti karier politik dari bawah. Pengalamannya dimulai sebagai sopir angkot saat kuliah, hingga menjadi anggota DPRD Provinsi Jambi dua periode dan kemudian Wakil Bupati Muaro Jambi 2017-2022.
Kini menjabat Bupati Muaro Jambi 2025-2030, BBS membawa narasi “dari rakyat untuk rakyat” yang sangat kuat. Ia memiliki koneksi akar rumput yang luas dan profil kerja keras yang bisa menjual secara politik. Kelebihan lain BBS adalah ia tidak pernah tersandung kontroversi besar serta dikenal sebagai sosok kolaboratif di antara sesama kader PAN.
- Maulana: Pendatang Baru dengan Jejak Cepat
Maulana memang baru bergabung ke PAN pada 2023, namun langkah politiknya sangat agresif. Setelah menjabat Ketua DPD PAN Kota Jambi, ia langsung mencalonkan diri sebagai Wali Kota Jambi dan terpilih dalam Pilkada 2024. Dengan latar belakang profesional sebagai dokter, birokrat, hingga direktur rumah sakit, Maulana punya kapasitas manajerial yang mumpuni.
Namun, statusnya sebagai “pendatang baru” dalam keluarga besar PAN bisa menjadi ganjalan, terutama bagi kader-kader senior yang telah lama berjuang bersama partai. Kendati demikian, jika DPW PAN Jambi ingin menyuntikkan semangat baru dan keterbukaan, Maulana adalah opsi menarik.
- Al Haris: Gubernur Dua Periode, Figur Nasionalis PAN Jambi
Nama Al Haris sangat lekat dengan kekuasaan di Jambi. Ia adalah Gubernur dua periode yang meniti karier dari bawah: dua kali menjabat Bupati Merangin dan memiliki pendidikan tinggi yang solid hingga level doktoral. Keterkaitannya sebagai anak angkat Hasan Basri Agus, mantan Gubernur Jambi sekaligus tokoh PAN, menjadi faktor politis yang kuat.
Al Haris punya daya tawar besar jika ia memang serius maju sebagai Ketua DPW PAN. Namun, posisinya sebagai kepala daerah aktif juga bisa menjadi dilema, apakah ia akan memilih fokus menjalankan roda pemerintahan atau menambah beban dengan mengatur urusan internal partai. Meski begitu, bila Al Haris melangkah, posisinya hampir pasti akan diperhitungkan sangat serius.
Dari keempat nama tersebut, PAN Provinsi Jambi dihadapkan pada pilihan antara kesinambungan kaderisasi (Hafiz), loyalitas panjang dan akar kuat (BBS), penyegaran dengan semangat baru (Maulana), atau kekuatan elektabilitas dan jaringan elite (Al Haris). Siapa pun yang dipilih akan menentukan arah PAN Jambi ke depan, baik menuju konsolidasi kekuasaan maupun regenerasi struktural partai.
Tinggal menunggu waktu, siapa yang akan resmi dideklarasikan. Namun, satu hal pasti: kompetisi ini akan menjadi penanda arah baru PAN di Provinsi Jambi.(Tim)






