Ebrita.com – Kamboja telah menjelma menjadi pusat bisnis judi online terbesar di Asia Tenggara, menarik perhatian negara-negara besar seperti Tiongkok dan Indonesia yang menjadi target utama operasional mereka. Di balik gemerlap Phnom Penh dan kota-kota satelitnya, beroperasi ratusan situs judi online yang secara legal mendapat izin dari pemerintah Kamboja, namun beroperasi secara ilegal di negara tujuan.
Menurut laporan, pemerintah Kamboja secara aktif mengeluarkan lisensi operasi kepada perusahaan-perusahaan asing, terutama dari Tiongkok. Lisensi ini memungkinkan operator judi mendirikan pusat teknologi, call center, hingga studio kasino yang disiarkan langsung secara daring. Meskipun legal di Kamboja, kegiatan ini menabrak hukum di negara asal konsumennya. Di Tiongkok, misalnya, semua bentuk perjudian dilarang keras, namun sebagian besar target pemain judi daring berasal dari sana.
Pusat-pusat judi ini memanfaatkan tenaga kerja muda, khususnya dari Tiongkok dan negara-negara Asia lainnya, dengan iming-iming gaji besar. Namun, banyak pekerja justru berakhir dalam kondisi kerja yang eksploitatif, bahkan beberapa kasus dilaporkan mengarah pada perdagangan manusia dan penyanderaan.
Daya tarik utama Kamboja sebagai “surga” judi online terletak pada kelonggaran regulasi, korupsi, dan lemahnya penegakan hukum. Sejak 2016, bisnis ini tumbuh pesat dengan nilai perputaran uang yang mencapai miliaran dolar per tahun. Di kota Sihanoukville saja, investasi kasino dan judi online melonjak drastis, menyulap kota pelabuhan kecil itu menjadi kawasan dengan dominasi bisnis hiburan malam dan pusat teknologi judi.
Namun, tekanan internasional mulai bermunculan. Pemerintah Tiongkok mendesak Kamboja untuk menghentikan praktik ini karena dinilai merusak stabilitas sosial dan ekonomi di negaranya. Pada 2019, tekanan ini memaksa Perdana Menteri Hun Sen mengumumkan penghentian sementara pemberian izin baru untuk judi online. Namun, di lapangan, banyak operasi judi tetap berjalan dengan memanfaatkan celah hukum dan koneksi politik.
Fenomena judi online Kamboja menunjukkan bagaimana negara kecil bisa menjadi episentrum bisnis ilegal lintas negara, memanfaatkan teknologi, kelonggaran regulasi, dan pasar yang luas. Ini juga menjadi peringatan bagi negara-negara seperti Indonesia, yang warganya turut menjadi sasaran empuk praktik judi daring lintas batas. (Tim)







