ebrita.com
Minggu, 6 September 2026
  • Home
  • Daerah
    • Kota Jambi
    • Kerinci
    • Bungo
    • Muaro Jambi
    • Sungai Penuh
    • Tanjabar
    • Sarolangun
    • Merangin
    • Tanjabtim
    • Tebo
  • Pilkada 2024
  • Politik
  • Hukum
  • Nasional
  • Showbiz
  • Advetorial
  • Kolom
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Indeks
  • Home
  • Daerah
    • Kota Jambi
    • Kerinci
    • Bungo
    • Muaro Jambi
    • Sungai Penuh
    • Tanjabar
    • Sarolangun
    • Merangin
    • Tanjabtim
    • Tebo
  • Pilkada 2024
  • Politik
  • Hukum
  • Nasional
  • Showbiz
  • Advetorial
  • Kolom
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
ebrita.com
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Home Daerah Pilgub Politik Hukum Nasional Showbiz Advetorial Kolom
Home Bisnis

Rupiah Anjlok ke Rp16.501 per Dolar AS, Apa Penyebabnya?

22/03/2025
in Bisnis, Nasional, Pemerintahan, Politik
1 min read
Rupiah Anjlok ke Rp16.501 per Dolar AS, Apa Penyebabnya?
78
DIBAGIKAN
182
DILIHAT
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WA

BacaJuga

Rupiah Melemah ke Level Terparah, Terkait Aksi Ambil Untung dan Kebijakan Tarif AS

eBrita.com – Nilai tukar rupiah kembali mengalami pelemahan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada penutupan perdagangan Jumat, 21 Maret 2025, rupiah melemah ke level Rp16.501 per USD, turun 16,50 poin atau 0,10 persen dibandingkan posisi sebelumnya di Rp16.489 per USD.

Pelemahan rupiah ini didorong oleh faktor eksternal dan internal. Dari sisi global, kebijakan suku bunga The Fed yang masih bertahan di level tinggi serta meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik di Gaza, menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Sementara itu, dari dalam negeri, tekanan terhadap rupiah juga datang dari defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang mencapai Rp31,3 triliun atau 0,13 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Defisit ini terjadi karena belanja negara lebih tinggi dibandingkan pendapatan, dengan target defisit tahun ini dipatok sebesar 2,53 persen terhadap PDB.

Analis pasar keuangan memperkirakan rupiah masih berpotensi bergerak fluktuatif dalam beberapa hari ke depan, dengan rentang perdagangan di kisaran Rp16.470 hingga Rp16.570 per USD. Investor dan pelaku usaha diimbau untuk terus memantau perkembangan ekonomi global serta kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas rupiah.(Tim)

Print Friendly, PDF & Email
Topik: 16.501AnjlokDolarIDRRupiahUsd

TerkaitBerita

LSM GAN Desak Kejagung Ambil Alih Kasus Perusakan Ruko di Muaro Jambi yang Mangkrak Lebih Setahun

LSM GAN Desak Kejagung Ambil Alih Kasus Perusakan Ruko di Muaro Jambi yang Mangkrak Lebih Setahun

27/08/2026
212
ASN Kominfo Ramaikan Belanja di Pasar Bajure

ASN Kominfo Ramaikan Belanja di Pasar Bajure

17/04/2026
175
Lonjakan Pembuat Konten di Era Digital: Transformasi Profesi Milenial dan Gen Z 2026 di Indonesia

Lonjakan Pembuat Konten di Era Digital: Transformasi Profesi Milenial dan Gen Z 2026 di Indonesia

07/04/2026
227
Dana PIP Harus Diterima Utuh oleh Siswa, Kemendikdasmen Tegaskan Pemotong Akan Dipidana

Dana PIP Harus Diterima Utuh oleh Siswa, Kemendikdasmen Tegaskan Pemotong Akan Dipidana

27/02/2026
217

Copyright © 2020 EBRITA.COM - Member of IWO | Dev by YD4AFG

  • Home
  • Redaksi
  • Iklan