ebrita.com
Minggu, 6 September 2026
  • Home
  • Daerah
    • Kota Jambi
    • Kerinci
    • Bungo
    • Muaro Jambi
    • Sungai Penuh
    • Tanjabar
    • Sarolangun
    • Merangin
    • Tanjabtim
    • Tebo
  • Pilkada 2024
  • Politik
  • Hukum
  • Nasional
  • Showbiz
  • Advetorial
  • Kolom
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Indeks
  • Home
  • Daerah
    • Kota Jambi
    • Kerinci
    • Bungo
    • Muaro Jambi
    • Sungai Penuh
    • Tanjabar
    • Sarolangun
    • Merangin
    • Tanjabtim
    • Tebo
  • Pilkada 2024
  • Politik
  • Hukum
  • Nasional
  • Showbiz
  • Advetorial
  • Kolom
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
ebrita.com
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Home Daerah Pilgub Politik Hukum Nasional Showbiz Advetorial Kolom
Home Bisnis

Rupiah Melemah ke Level Terparah, Terkait Aksi Ambil Untung dan Kebijakan Tarif AS

02/03/2025
in Bisnis, Nasional, Pemerintahan
2 min read
Rupiah Melemah ke Level Terparah, Terkait Aksi Ambil Untung dan Kebijakan Tarif AS
127
DIBAGIKAN
1.6k
DILIHAT
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WA

BacaJuga

Indonesia Jadi Calon Tunggal Pimpinan Dewan HAM PBB

Viral Perempuan Berjilbab Diduga Lecehkan Kitab Suci, Netizen Desak Aparat Bertindak

EBRITA.COM – Rupiah dibuka melemah 0,79% di angka Rp16.575 per US$ pada pukul 11:11 WIB hari ini, Jumat (28/02/2025), menurut data dari Refinitiv. Posisi ini tercatat sebagai yang terparah sepanjang sejarah rupiah.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 08:54 WIB naik tipis 0,04% menjadi 107,29, lebih tinggi dibandingkan dengan angka 107,24 pada hari sebelumnya (27/02/2025).

Ekonom Bank Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, mengaitkan pelemahan rupiah pagi ini dengan lonjakan volatilitas pasar dan aksi ambil untung oleh investor. Menurutnya, langkah tersebut berkaitan dengan kebijakan Presiden AS Donald Trump yang menaikkan tarif impor dari Kanada, Meksiko, dan Tiongkok sejak awal 25 Maret.

“Myrdal menjelaskan bahwa selain faktor tarif, pelemahan rupiah juga didorong oleh meningkatnya permintaan dolar AS dari pelaku ekonomi dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan pembayaran rutin akhir bulan, seperti utang, bunga, dan pembelian barang impor (bahan baku produksi serta barang konsumsi) yang sangat diperlukan menjelang bulan puasa dan Lebaran mendatang,” ujarnya.

Tarif baru terhadap impor dari Cina merupakan tambahan dari bea masuk 10% yang telah diberlakukan awal bulan ini. Amerika Serikat juga menerapkan tarif sebesar 25% untuk seluruh impor dari Kanada dan Meksiko, kecuali produk energi dari Kanada yang hanya dikenakan pajak 10%. Negara-negara tersebut merupakan penjual utama barang ke AS, sehingga jika tarif diberlakukan penuh tanpa penangguhan, nilai impor akan meningkat lebih dari US$1 triliun mulai 4 Maret 2025.

Myrdal memperkirakan bahwa kondisi ini akan mendorong inflasi AS hingga 3,5% pada tahun 2025. Ia juga menambahkan bahwa meski The Fed dan bank sentral lainnya memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga, langkah tersebut terbatas akibat tekanan inflasi yang meningkat.

Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, Ariston Tjendra, menilai bahwa faktor eksternal masih mendominasi pelemahan rupiah. Menurutnya, pasar masih mengantisipasi dampak negatif dari kebijakan tarif Trump dan data GDP Price Index AS kuartal IV yang menunjukkan kenaikan harga, yang menandakan tekanan inflasi kembali.

Ariston mengungkapkan, “Sentimen saat ini cenderung mendukung penguatan dolar AS, dan tekanan terhadap rupiah kemungkinan akan berlanjut selama beberapa bulan ke depan. Peluang penurunan rupiah ke area Rp16.700 per US$ masih terbuka.”

Semoga narasi ini lebih mudah dipahami dan dapat segera digunakan untuk berita yang akan Anda upload.(Tim)

Print Friendly, PDF & Email
Topik: IndonesiaKursMata UangMelemahRupiah

TerkaitBerita

LSM GAN Desak Kejagung Ambil Alih Kasus Perusakan Ruko di Muaro Jambi yang Mangkrak Lebih Setahun

LSM GAN Desak Kejagung Ambil Alih Kasus Perusakan Ruko di Muaro Jambi yang Mangkrak Lebih Setahun

27/08/2026
212
ASN Kominfo Ramaikan Belanja di Pasar Bajure

ASN Kominfo Ramaikan Belanja di Pasar Bajure

17/04/2026
175
Lonjakan Pembuat Konten di Era Digital: Transformasi Profesi Milenial dan Gen Z 2026 di Indonesia

Lonjakan Pembuat Konten di Era Digital: Transformasi Profesi Milenial dan Gen Z 2026 di Indonesia

07/04/2026
227
Dana PIP Harus Diterima Utuh oleh Siswa, Kemendikdasmen Tegaskan Pemotong Akan Dipidana

Dana PIP Harus Diterima Utuh oleh Siswa, Kemendikdasmen Tegaskan Pemotong Akan Dipidana

27/02/2026
217

Copyright © 2020 EBRITA.COM - Member of IWO | Dev by YD4AFG

  • Home
  • Redaksi
  • Iklan