eBrita.com – Platform media sosial X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, dilaporkan mengalami gangguan besar-besaran secara global pada [tanggal kejadian]. Ribuan pengguna dari berbagai negara mengeluhkan tidak bisa mengakses timeline, mengirim cuitan, hingga menerima notifikasi.
Tak lama setelah insiden tersebut, sebuah kelompok hacker secara terang-terangan mengklaim bertanggung jawab atas serangan siber ini. Melalui pernyataan di platform lain, kelompok tersebut menyebut bahwa serangan itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan terbaru X yang dianggap merugikan pengguna.
Menurut laporan awal, serangan ini diduga kuat menggunakan metode Distributed Denial of Service (DDoS), di mana server X dibanjiri lalu lintas internet secara masif hingga sistem kewalahan dan mengalami kelumpuhan.
Pihak X langsung bergerak cepat untuk memulihkan layanan. Insinyur keamanan mereka dikabarkan bekerja keras mengidentifikasi celah keamanan dan memastikan serangan serupa tidak terjadi di masa depan.
Sementara itu, Elon Musk, pemilik X, belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini. Publik pun bertanya-tanya, apakah ada agenda tersembunyi di balik serangan siber tersebut atau sekadar bentuk protes digital?
Para pengguna X diimbau untuk tetap waspada, terutama terkait potensi kebocoran data pribadi. Kabar terbaru terkait penyelidikan kasus ini masih dinantikan.(Tim)







