Sungai Penuh — Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sakti Alam Kerinci (STIE-SAK) resmi dilantik pada pagi hari ini. Pelantikan tersebut menandai dimulainya babak baru perjuangan mahasiswa dalam memperkuat kedaulatan mahasiswa, menegakkan supremasi konstitusi kemahasiswaan, serta mengawal arah kebijakan kemahasiswaan di lingkungan STIE-SAK.
Dalam prosesi pelantikan tersebut, Cindi Miftahul Jannah secara resmi dilantik sebagai Ketua DPM STIE-SAK bersama jajaran anggota DPM lainnya. Pelantikan ini menjadi momentum awal bagi DPM STIE-SAK untuk menjalankan peran strategisnya sebagai lembaga legislatif mahasiswa.
Ketua DPM STIE-SAK, Cindi Miftahul Jannah, menegaskan bahwa DPM tidak akan terjebak menjadi lembaga simbolik atau sekadar pelengkap struktural. Ia menekankan bahwa DPM harus hadir sebagai kekuatan politik mahasiswa yang menjalankan fungsi legislasi, representasi, dan pengawasan secara tegas, konsisten, dan bertanggung jawab.
“DPM adalah benteng terakhir kedaulatan mahasiswa. Kami tidak akan membiarkan demokrasi kampus direduksi menjadi formalitas administratif. Setiap kebijakan kemahasiswaan harus berpihak pada kepentingan mahasiswa, bukan pada kenyamanan segelintir elite,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen DPM STIE-SAK untuk menjalankan fungsi kontrol terhadap Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) maupun unsur birokrasi kampus secara objektif, kritis, dan konstitusional, tanpa intervensi kepentingan apa pun.
Selain itu, DPM STIE-SAK menyatakan sikap terbuka terhadap kolaborasi lintas organisasi mahasiswa, baik intra maupun ekstra kampus. Namun, kolaborasi tersebut harus dilandasi prinsip kesetaraan, non-diskriminasi, serta berorientasi pada kepentingan kolektif mahasiswa STIE-SAK.
Pelantikan ini menjadi sinyal bahwa mahasiswa STIE-SAK tidak kehilangan arah dan keberanian dalam merawat tradisi kritisisme kampus. DPM STIE-SAK berkomitmen untuk menjaga marwah demokrasi mahasiswa, menolak segala bentuk pembungkaman aspirasi, serta memastikan ruang-ruang partisipasi mahasiswa tetap hidup dan progresif.
Dengan terbentuknya kepengurusan DPM yang baru, mahasiswa STIE-SAK menaruh harapan besar agar lembaga legislatif mahasiswa ini mampu menjadi garda terdepan dalam mengawal hak, suara, dan kepentingan mahasiswa secara berkelanjutan.





