Ebrita.com – Aktivitas prostitusi terselubung dan warung remang-remang dilaporkan semakin marak di sepanjang jalur dua dekat Gelanggang Olahraga (GOR) milik Pemerintah Kabupaten Merangin. Fenomena ini menuai kekhawatiran warga sekitar yang menilai bahwa kondisi tersebut sudah semakin tak terkendali.
“Dulu memang sudah ada, tapi jumlahnya tidak sebanyak sekarang. Sekarang saya lihat sudah puluhan tempat, bahkan yang dekat GOR pun ada. Sudah menjamur,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Menurut sumber tersebut, para pekerja seks komersial (PSK) yang beroperasi di kawasan itu sebagian besar bukan berasal dari Merangin. Mereka disebut-sebut didatangkan dari luar daerah, seperti dari Pulau Jawa dan kabupaten tetangga.
“Sekitar pukul 17:30 WIB mereka mulai mangkal, menjajakan diri kepada para pria hidung belang yang melintas di kawasan itu,” tambahnya.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Merangin tidak hanya fokus menertibkan pedagang kaki lima (PKL), tetapi juga mengambil langkah tegas terhadap aktivitas prostitusi yang kian merajalela di Kota Bangko.
“Kami minta Pemkab Merangin dan aparat penegak hukum segera bertindak. Jangan sampai Merangin jadi seperti ‘Pucuk Jambi’ yang dikenal karena prostitusinya,” tutup warga tersebut.(Tim)







