SUNGAIPENUH – Sejumlah pedagang hewan ternak di Kota Sungai Penuh mengaku, permintaan hewan ternak jelang Idul Adha 2020 turun drastis. Bahkan permintaan hewan ternak turun hingga 40-50 persen jika dibandingkan tahun lalu.
Salah seorang pedagang sapi di Desa Karya Bakti, Kecamatan Pondok Tinggi, Muhamamad Jais mengatakan, seminggu sebelum pelaksanaan hari raya tahun ini permintaan sapi kurban terbilang sepi.
“Sekarang sepi sekali, biasanya satu bulan sebelum idul adha, sudah pada pesan. Sementara saat ini sangat sedikit sekali,” ungkap Muhammad Jais, saat ditemui, Kamis (23/7/2020).
Meski begitu, saat ini harga hewan cenderung turun, tahun lalu sapi dijual dengan harga Rp 17.5 juta per ekor, sementara tahun ini hanya Rp 16.5 juta per ekor.
“Untuk tahun lalu penjualannya sampai 70 ekor, untuk tahun ini saya belum tahu. Namun kemungkinan pasti sepi karena dampak corona sendiri, dan saat ini kami hanya menyediakan 36 ekor sapi saja,” ujar M. Jais.
Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kota Sungai Penuh, Edi Juarsa mengatakan, wabah covid-19 diprediksi sangat mempengaruhi penurunan jumlah hewan yang disembelih saat Idul Adha 2020.
Pada tahun 2019 ada sekitar 600 ekor lebih hewan kurban yang di sembelih di Kota Sungai Penuh. Sementara tahun ini jumlahnya diprediksi menurun hingga 40 persen, yaitu sekitar 384 ekor sapi dan 5 ekor kambing yang tersebar di 8 Kecamatan.
Penyebabnya, kata Edi Juarsa, erat kaitannya dengan adanya Pandemi Covid-19, sehingga terjadi kekhawatiran dari masyarakat untuk melaksanakan pemotongan hewan kurban.
“Kekhawatiran ini ditandai dengan kesepakatan masyarakat untuk tidak melaksanakan pemotongan hewan kurban di lima masjid besar di Pusat Kota Sungai Penuh, yaitu Masjid Agung Pondok Tinggi, Masjid Raya Sungai Penuh, Masjid Akbar Desa Gedang, Masjid Baiturrahman, dan Masjid Baiturrahim,” Papar Kadis Nakkan.
Seluruh hewan kurban yang masuk dari luar daerah sudah dilakukan pengecekan Kesehatan oleh Disnakkan Kota Sungai Penuh, dan tidak ditemukan adanya hewan yang membawa penyakit atau semuanya dalak keadaan sehat.
“Kita akan tetap melakukan pengawasan sampai dengan setelah dilakukan pemotongan nantinya, dengan menurunkan tim ke tempat-tempat pemotongan hewan kurban,” tutup Edi Juarsa. (Yor)





