KERINCI – Bencana Banjir kembali menjadi permasalahan yang tak kunjung usai di Kabupaten Kerinci, hal ini terlihat pada Senin malam (02/11/2021) musibah Banjir melanda sejumlah desa di beberapa kecamatan dalam kabupaten Kerinci.
Akibat dari musibah Banjir tersebut ratusan rumah dan sejumlah sekolah di Kecamatan Depati Tujuh terendam banjir, hal ini disebabkan oleh hujan deras yang menguyur wilayah Hulu dan membuat debit air meningkat dan meluap ke pemukiman warga.
“Ya, banjir kali ini cukup besar, karena seluruh desa di Depati Tujuh diterjang banjir,” kata Danur salah seorang warga Depati Tujuh.
Ia menyebutkan memang airnya cepat surut, tetapi kasihan warga, baru beberapa hari setelah membersihkan rumah, kini rumah mereka kembali dimasuki air.
“Bulan kemarin sudah 4 kali banjir, malam kamarin kembali lagi banjir, sampai saat ini tidak ada sama sekali perhatian dari pemerintah Daerah, padahal banjir ini sudah bertahun-tahun terjadi, namun sampai saat ini tidak ada solusi dari Pemkab dan anggota Dewan dari Dapil 3,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Kerinci – Sungai Penuh, Fengki Efniza sangat menyanyangkan Dinas PUPR Kabupaten Kerinci yang terkesan tutup mata dengan bencana banjir di Depati Tujuh. Apa sebenar peran PUPR Kabupaten Kerinci dalam mengatasi banjir?! Apakah mereka akan menunggu besok untuk sekedar mengambil foto dokumentasi kegiatan Tanggap Darurat.
“Sanggat miris sekali kami lihat kinerja dari PUPR Kabupaten Kerinci yang tidak jelas apa yang di kerjakan. Padahal meraka punya acuan secara aturan dan UU tersendiri, tetapi mereka tidak menjalankan sesuai dengan aturan yang sudah di tetapkan,” katanya.
Seharusnya, lanjut Fengki, Bupati Kerinci sebagai pemimpin harus tegas untuk memberikan instruksi kepada bawahannya untuk mengatasi persoalan tanggap darurat yang sering terjadi pada akhir-akhir ini.
“Jika hal dimikian tidak bisa dilaksanakan, maka sudah pasti Bupati Kerinci gagal totalitas dalam melaksanakan tugas sebagai pemengang jabatan tertinggi di Kabupaten Kerinci. Kenapa saya sampaikan demikian, masyarakat tidak butuh kata-kata. Masyarkat hanya butuh bukti nyata bahwa meraka punya pemimpin yang tidak apatis terhadap masyarakat,”pungkasnya.(*/Yor)






