KERINCI – Hasil perolehan skor akhir kafilah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh di ajang MTQ tingkat provinsi Jambi beberapa waktu lalu menempatkan Kabupaten Kerinci diposisi paling terkahir dengan Nol Point satu strip di bawah Kota Sungai Penuh dengan hanya 5 point.
Tentunya hal ini menjadi masalah serius mengingat Kabupaten Kerinci dikenal sebagai daerah yang religius secara komunal namun malah tampil mengecewakan diajang kompetisi keagamaan tersebut. Dan yang menjadi persoalan adalah hal ini sudah terjadi bertahun-tahun seolah-olah tidak ada perubahan sampai saat ini.
Hal ini membuat tokoh-tokoh Kerinci dan Sungai Penuh pun ambil andil ikut berkomentar di media sosial. Kali ini, Dr. Jalwis, M.Ag merupakan Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci memberikan pandangan untuk perbaikan kedepannya.
“Kita memiliki peluang untuk merubah peringkat kalau perlu menjadi juara umum. Perlu wadah pembinaan yang dikelola secara profesional, seperti HIPQOH (Himpunan Qori Qoriah Hafiz Hafizhah) atau LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran) kalau wadahnya sudah ada, lalu bagaimana memfungsikan wadah ini dengan baik sebab segi SDM bidang Tafsir, Kaligrafi, hafiz dan lainnya kita punya,” tutur Jalwis.
Di samping itu, tambah Jalwis, Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh juga memiliki tenaga profesional dibidang tafsir, kaligrafi dan hafiz yang bisa membina secara langsung para peserta bisa juga kerjasama dengan (Ma’had) dan juga IAT (Ilmu Alquran dan Tafsir) IAIN Kerinci.
“Kemudian bagaimana kita memanfaatkan putra putri terbaik kota dan kabupaten sebagai peserta Kerinci dan Sungai Penuh bukan sebagai peserta daerah lain. Persiapan yang serius dan matang sebelum lomba memang harus diperhatikan dengan upaya maksimal serta latihan kontinyu,” ,” papar Dekan FUAD IAIN Kerinci. (*/Yor)







