KERINCI – Terkait informasi dugaan terjadinya kekurangan uang Dana Desa saat dilakukan penarikan di Bank 9 Jambi cabang Sungai Penuh, membuat Pimpinan Bank 9 Jambi cabang Sungai Penuh angkat bicara.
Pimpinan Bank Jambi Cabang Sungai Penuh, Mulyadi Muin, membenarkan bahwa terkait adanya keluhan dari salah seorang Kades di Kerinci yang menyatakan uang kurang saat pencairan Dana Desa.
“Sebelum ini memang ada salah seorang Kades yakni Kades Desa Baru Semerah, Edi Januar, yang mengeluhkan adanya uang yang kurang setelah melakukan penarikan Dana Desa di Bank Jambi,” katanya.
Bahkan yang bersangkutan langsung mendatangi kantor Bank Jambi cabang Sungai Penuh. Pada saat itu sambung Mulyadi Muin, pihaknya telah meminta kepada Kades Desa Baru Semerah, untuk memperlihatkan bukti yakni berupa label uang saat penarikan yakni label uang yang terdapat kekurangan.
“Karena, dari label tersebut, kami bisa melihat dan menulusuri kekurangan uang tersebut,” ujar Mulyadi Muin.
Karena sesuai SOP di seluruh Bank, setelah meninggalkan teller dan keluar dari lingkungan Bank, seharusnya bukan lagi dari tanggung jawab Bank. “Seharusnya, setelah uang diterima dari teller, sebaiknya dihitung kembali. Dan ini, berlaku untuk semua Bank,” ucapnya.
“Namun pada saat itu, Kades Desa Baru Semerah yang didampingi Bendahara Desa, tidak mampu menunjukkan bukti yang diminta,” sambungnya.
Pasalnya kata Mulyadi Muin, pada saat pencairan, yang melakukan pencairan yakni Bendahara Desa. Dan bahkan, keluhan tersebut disampaikan Dua Minggu setelah pencairan. “Itu artinya, uang tersebut telah bermalam beberapa hari, baru dilaporkan dan dikeluhkan ke Bank Jambi,” bebernya.
Daikuinya, pada saat pencairan selama ini dari 285 Desa di Kerinci dan 65 Desa di Kota Sungai Penuh, ini baru pertama kalinya ada Desa yang komplain terjadinya kekurangan uang saat penarikan. “Jika ia mampu menunjukan di label mana uang yang kurang tersebut, kami bisa menelusuri apakah benar uang itu kurang apa tidak. Dengan kejadian ini, masyarakat bisa menilai sendiri,” tegasnya.
Untuk diketahui sebelumnya Dana Desa yang dicairkan melalui Kantor bank 9 Jambi Sungai Penuh, dikeluhkan sejumlah kepala desa di Kabupaten Kerinci. Sebab uang yang ditarik melalui teller sering kurang dari jumlah yang seharusnya.
Kejadian tersebut tidak hanya satu kali, namun kekurangan uang tersebut terjadi sampai Dua ketika melakukan penarikan di Bank Jambi.
“Ya, untuk kejadian yang pertama kurang Rp 50 ribu, dan yang kedua kekurangannya sebesar Rp 400 ribu,” ungkap salah seorang kades yang enggan namanya ditulis, pada Senin (04/10) kemarin.
Informasi yang didapatkan, berkurangnya jumlah dana saat penarikan tersebut, tidak hanya terjadi pada satu nasabah saja. Namun beberapa kades lainnya juga mengalami hal serupa.
“Kekurangannya bervariasi. Ada yang kurang sebanyak Rp 50 ribu sampai Rp.500 ribu. Hanya saja banyak yang enggan melapor, lantaran jumlah kekurangannya tidak banyak. Padahal sudah berulang-ulang,” ucap kades lainnya.(*)







