ebrita.com
Selasa, 28 Juli 2026
  • Home
  • Daerah
    • Kota Jambi
    • Kerinci
    • Bungo
    • Muaro Jambi
    • Sungai Penuh
    • Tanjabar
    • Sarolangun
    • Merangin
    • Tanjabtim
    • Tebo
  • Pilkada 2024
  • Politik
  • Hukum
  • Nasional
  • Showbiz
  • Advetorial
  • Kolom
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Indeks
  • Home
  • Daerah
    • Kota Jambi
    • Kerinci
    • Bungo
    • Muaro Jambi
    • Sungai Penuh
    • Tanjabar
    • Sarolangun
    • Merangin
    • Tanjabtim
    • Tebo
  • Pilkada 2024
  • Politik
  • Hukum
  • Nasional
  • Showbiz
  • Advetorial
  • Kolom
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
ebrita.com
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Home Daerah Pilgub Politik Hukum Nasional Showbiz Advetorial Kolom
Home Sosbud

Tingkatkan Performa Atlet Penyandang Tunagrahita melalui Intervensi Psikologis

18/07/2021
in Sosbud
2 min read
Tingkatkan Performa Atlet Penyandang Tunagrahita melalui Intervensi Psikologis
163
DIBAGIKAN
514
DILIHAT
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WA

BacaJuga

Skandal PKKMB Unsri: Dugaan Senior Perintahkan Maba Berciuman, Himateta Dibekukan

Elep Solehan Jadi Inspirasi: Keterbatasan Bukan Penghalang Meraih Mimpi

Oleh: Silvia (Mahasiswi Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya)

Merebaknya pandemi COVID-19 mendorong Program Studi Psikologi Fakultas Universitas Sriwijaya (Unsri) untuk memberlakukan adanya sistem Praktik Kerja Lapangan (PKL) mandiri sejak awal tahun 2021. Sistem PKL mandiri ditetapkan sebagai upaya untuk mengurangi penyebaran virus COVID-19 yang lebih luas, sehingga pengabdian kepada masyarakat tetap terjalan dengan aman. Dengan diberlakukannya PKL mandiri, mahasiswa akan melaksanakan PKL di daerah tempat tinggalnya sendiri dengan syarat tetap menerapkan protokol kesehatan.

Silvia merupakan salah satu mahasiswi Program Studi Psikologi FK Unsri angkatan 2018 yang melaksanakan PKL secara mandiri dibimbing oleh satu orang dosen yaitu Bapak Indra Prapto Nugroho S.Psi., M.Si., untuk organisasi olahraga disabilitas yang bernama National Paralympic Committee Provinsi Jambi. Sejalan dengan hal tersebut, persiapan kondisi psikologis atlet penyandang tunagrahita menuju ajang kejuaraan Peparprov menjadi fokus dari kegiatan PKL yang berdurasi selama satu bulan ini.

Dalam menghadapi ajang kejuaraan, kondisi psikologis seorang atlet merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap performanya. Berdasarkan pada hasil wawancara yang telah dilakukan kepada atlet penyandang tunagrahita dan pelatih, diketahui bahwa sampai saat ini atlet tersebut masih belum pernah menjalani suatu langkah yang tepat untuk menjaga dengan baik kondisi psikologis mereka demi berpartisipasi dalam ajang kejuaraan.

Berkat adanya kerja sama dengan lima orang atlet penyandang tunagrahita, kemudian Bapak Saprizal selaku Ketua Umum NPC, Bapak Haidir, Bapak Adi Wibowo, Bapak Ariyanto selaku pelatih atlet serta bimbingan Bapak Indra Prapto Nugroho S.Psi., M.Si., rangkaian kegiatan PKL dengan fokus persiapan kondisi psikologis atlet penyandang tunagrahita menuju ajang kejuaraan dapat berjalan dengan lancar.

Rangkaian intervensi yang dilaksanakan pada PKL ini berupa psikoedukasi yang melibatkan adanya praktik langsung dari tiga macam teknik mindfulness (bernapas 4-7-8, butterfly hug, dan genggam jari), serta adanya pembuatan mindfulness weekly planner agar teknik yang sudah diajarkan tersebut dapat dipraktikkan oleh para atlet secara berkala. Intervensi kali ini sengaja dimodifikasi dengan adanya praktik secara langsung mengingat adanya keterbatasan dari para atlet dalam menerima dan mengolah informasi yang diterima.

Intervensi yang telah dilakukan selama satu minggu lebih ini memunculkan respon yang cukup baik. Berdasarkan pada pernyataan dari para atlet tersebut, mereka mulai terbiasa dan sangat ingat setiap harinya untuk melaksanakan teknik yang telah diajarkan. Para atlet mengaku bahwa ketika dirinya merasa sedang gelisah, mereka akan melakukan teknik tersebut secara mandiri dan mendapatkan hasil bahwa perasaannya menjadi lebih tenang atau relaks daripada sebelumnya.

Selaras dengan tujuan dilaksanakannya intervensi yaitu terjaganya kondisi psikologis atlet penyandang tunagrahita menuju ajang kejuaraan, maka saat ini para atlet telah mengetahui bagaimana langkah yang tepat untuk melengkapi tujuan tersebut. Masing-masing dari atlet pun mengungkap bahwa mereka akan lebih rajin menerapkan teknik yang telah diajarkan bahkan ketika ajang kejuaraan telah selesai, hal ini dilakukan demi mempersiapkan diri mereka menjadi lebih matang lagi untuk ajang kejuaraan berikutnya.

Print Friendly, PDF & Email
Topik: DisabilitasFakultas KedokteranIndra Prapto NugrohoIntervensi PsikologiMahasiswiNational Paralympic CommitteePenyandang Tuna grahitaPKLProgram Studi PsikologiSilviaUniversitas Sriwijaya

TerkaitBerita

HUT ke-1 PT Tren Gen Horizon Gelar MTQ Desa Talang Lindung, Hadiah Utama Umroh

HUT ke-1 PT Tren Gen Horizon Gelar MTQ Desa Talang Lindung, Hadiah Utama Umroh

04/02/2026
142
Program Asta Cita, Kelompok Tani Adil Makmur Mulai Tanam Jagung di Talang Lindung

Program Asta Cita, Kelompok Tani Adil Makmur Mulai Tanam Jagung di Talang Lindung

28/11/2025
161
Viral Bocil Chindo Baju Oren di TikTok! Netizen Bikin Heboh, Tapi Linknya? 

Viral Bocil Chindo Baju Oren di TikTok! Netizen Bikin Heboh, Tapi Linknya? 

17/11/2025
12.2k
Nabila 1 vs 7 : Video Viral yang Bikin Jagat Maya Gempar dan Penasaran

Nabila 1 vs 7 : Video Viral yang Bikin Jagat Maya Gempar dan Penasaran

17/11/2025
2.5k

Copyright © 2020 EBRITA.COM - Member of IWO | Dev by YD4AFG

  • Home
  • Redaksi
  • Iklan