KERINCI – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kerinci telah menggelar Rapid Test secara massal kepada seluruh jajaran pengawas pemilu, mulai dari tingkat kecamatan, sekretariat pengawas pemilu kecamatan serta pengawas pemilu tingkat desa beberapa hari yang lalu.
Dari pelaksanaan rapid tes masal tersebut, diduga terdapat dua petugas yang menunjukkan hasil Reaktif.
“Dua petugas pengawas Pemilu yang reaktif Rapid tes tidak dilaporkan secara resmi oleh Bawaslu Kerinci kepada Dinas Kesehatan,” hal ini ditegaskan oleh Plt Dinas Kesehatan Kerinci Hermendizal, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (12/11).
Hermendizal menjelaskan memang ada salah seorang dokter di salah satu klinik tempat Bawaslu bekerjasama untuk melaksanakan Rapid Test di Batanghari menghubungi dirinya, bahwa memberitahukan adanya dua petugas reaktif rapid tes dan dokter tersebut hanya mengirimkan poto dan indentitas orangnya.
Namun dirinya meminta agar adanya laporan secara resmi dari klinik tersebut kepada Dinas Kesehatan, agar ada instansi yang bertanggung jawab terhadap hasil rapid tes tersebut. Dan biasanya dari Klinik tersebut melaporkan kepada Bawaslu Kerinci mengenai hasil rapid tes itu.
“Akan tetapi hingga saat ini laporan resmi baik dari Klinik yang melakukan rapid tes maupun Bawaslu Kerinci belum diterima pihaknya sehingga Dinkes Kerinci tidak bisa menindaklanjuti atas dua petugas yang Reaktif Rapid Tes tersebut,” jelas Hermendizal.
Atas temuan itu, lanjut Hermendizal pihaknya akan melaporkan kepada Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kerinci jika tidak ditindaklanjuti maka akan beresiko dengan masyarakat lainnya.
Sementara itu, ketika dikonfirmasi melalui sambungan telpon kepada pimpinan Bawaslu Kerinci tidak dijawab.
Menurut informasi ada sekitar 447 orang terdiri dari panwaslu kecamatan, sekretariat, staf sekretariat sebanyak 160 orang, sedang pengawas pemilu tingkat desa berjumlah 287 orang.
Rapid tes masal dilakukan bertujuan untuk memastikan kesehatan para pengawas pemilu di tingkat kecamatan hingga desa dari pengaruh covid-19, menjelang akan di laksanakannya pilkada pada 9 Desember mendatang. (*/Yor)







