ebrita.com
Selasa, 21 Juli 2026
  • Home
  • Daerah
    • Kota Jambi
    • Kerinci
    • Bungo
    • Muaro Jambi
    • Sungai Penuh
    • Tanjabar
    • Sarolangun
    • Merangin
    • Tanjabtim
    • Tebo
  • Pilkada 2024
  • Politik
  • Hukum
  • Nasional
  • Showbiz
  • Advetorial
  • Kolom
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Indeks
  • Home
  • Daerah
    • Kota Jambi
    • Kerinci
    • Bungo
    • Muaro Jambi
    • Sungai Penuh
    • Tanjabar
    • Sarolangun
    • Merangin
    • Tanjabtim
    • Tebo
  • Pilkada 2024
  • Politik
  • Hukum
  • Nasional
  • Showbiz
  • Advetorial
  • Kolom
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
ebrita.com
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Home Daerah Pilgub Politik Hukum Nasional Showbiz Advetorial Kolom
Home Daerah

PLTA Merangin Hidro: Hanya 40 Persen Air dari Danau Kerinci

05/02/2026
in Daerah, Kerinci
2 min read
PLTA Merangin Hidro: Hanya 40 Persen Air dari Danau Kerinci
109
DIBAGIKAN
167
DILIHAT
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WA

BacaJuga

Sosialisasikan Gerakan Jambi Bersholawat di Kerinci, Hesti Haris: Jadikan Sholawat Energi Positif dalam Mendidik Generasi Berakhlak

Serah Terima Lahan, Proyek Besar RSUD Kerinci Resmi Bergulir

KERINCI – PT Kerinci Merangin Hidro (KMH) selaku pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Merangin Hidro angkat bicara terkait isu menurunnya debit air Danau Kerinci yang belakangan menjadi sorotan masyarakat. Pihak perusahaan menegaskan bahwa operasional PLTA tidak sepenuhnya bergantung pada air Danau Kerinci.

Perwakilan PLTA Merangin Hidro, Asroli, menyampaikan bahwa dari total kebutuhan air untuk mengoperasikan pembangkit, hanya sekitar 40 persen yang bersumber dari Danau Kerinci, sementara 60 persen lainnya berasal dari aliran Sungai Batang Merangin. Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan anggapan bahwa PLTA menjadi penyebab utama penyusutan air danau.

“Total kebutuhan air untuk mengoperasikan tiga unit turbin memang mencapai sekitar 100 meter kubik per detik. Namun perlu kami tegaskan, tidak semuanya berasal dari Danau Kerinci. Sekitar 60 persen berasal dari Sungai Batang Merangin,” ujar Asroli kepada wartawan dan perwakilan LSM di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh.

Menurutnya, penurunan debit air Danau Kerinci lebih disebabkan oleh faktor alam, khususnya curah hujan yang rendah dalam beberapa waktu terakhir. Ia menyebutkan bahwa pada awal tahun, intensitas hujan di kawasan Kerinci tergolong minim, sehingga berpengaruh langsung terhadap ketersediaan air di danau.

“Pada Januari lalu curah hujan sangat rendah. Kondisi ini tentu berdampak pada volume air danau. Jadi tidak adil jika penurunan debit air langsung dikaitkan sepenuhnya dengan operasional PLTA,” jelasnya.

Isu penurunan air Danau Kerinci memang menjadi perhatian publik, terutama masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan, pertanian, dan pariwisata. Banyak warga mengeluhkan surutnya air danau yang dinilai tidak biasa, sehingga memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, pihak PLTA Merangin Hidro menegaskan komitmennya untuk tetap memperhatikan aspek lingkungan dan kepentingan masyarakat sekitar. Asroli menyatakan bahwa operasional PLTA telah melalui kajian teknis dan lingkungan, serta diawasi oleh instansi terkait.

“Kami memahami keresahan masyarakat. Oleh karena itu, kami terbuka untuk berdialog dan menjelaskan secara transparan terkait sistem pengambilan dan pengelolaan air yang kami lakukan,” katanya.

PLTA Merangin Hidro sendiri merupakan salah satu proyek strategis nasional di sektor energi, dengan kapasitas besar yang diharapkan mampu memperkuat pasokan listrik di wilayah Sumatera. Kehadiran PLTA ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus mendukung program energi bersih dan ramah lingkungan.

Meski demikian, berbagai pihak menilai bahwa pengawasan terhadap dampak lingkungan harus tetap diperketat. Sejumlah elemen masyarakat dan pemerhati lingkungan mendorong adanya evaluasi berkala terhadap kondisi Danau Kerinci, termasuk keterbukaan data terkait debit air dan pola pemanfaatannya.

Dengan adanya klarifikasi dari pihak PLTA Merangin Hidro, diharapkan masyarakat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi sebenarnya. Pemerintah daerah pun diharapkan dapat berperan aktif sebagai penengah, agar pemanfaatan sumber daya air tetap sejalan dengan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh.(Tim)

Print Friendly, PDF & Email
Topik: Danau KerinciDanau Kerinci KeringJambiKerinciPLTAPT HIDRO MERANGIN

TerkaitBerita

Tinjau 10 Program Pokok PKK di Desa Pondok Agung, Hj. Hesti Haris Apresiasi Kreativitas Ibu-Ibu

Tinjau 10 Program Pokok PKK di Desa Pondok Agung, Hj. Hesti Haris Apresiasi Kreativitas Ibu-Ibu

24/06/2026
264
Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris, SE (Hesti Haris) saat menghadiri Sosialisasi Gerakan Jambi Bersholawat di Sungai Penuh

Sosialisasikan Gerakan Jambi Bersholawat di Sungai Penuh, Hj. Hesti Haris Tegaskan Sholawat Jadi Amal Nyata

24/06/2026
278
Serah Terima Lahan, Proyek Besar RSUD Kerinci Resmi Bergulir

Serah Terima Lahan, Proyek Besar RSUD Kerinci Resmi Bergulir

21/06/2026
214
313 Mahasiswa STIE Sakti Alam Kerinci Resmi Diwisuda

313 Mahasiswa STIE Sakti Alam Kerinci Resmi Diwisuda

13/06/2026
1.5k

Copyright © 2020 EBRITA.COM - Member of IWO | Dev by YD4AFG

  • Home
  • Redaksi
  • Iklan