Oleh : Kader HMI Cab. Jambi
Jambi – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) adalah organisasi kader yang berdiri di atas independensi, sebagaimana ditegaskan secara tegas dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta Nilai Dasar Perjuangan (NDP) HMI. Independensi bukan jargon, melainkan mandat ideologis dan konstitusional organisasi.
Dalam Anggaran Dasar HMI Pasal 6, ditegaskan bahwa HMI adalah organisasi independen, tidak berafiliasi dengan kekuatan politik mana pun, serta tidak menjadi bagian dari kepentingan golongan atau kekuasaan tertentu. Prinsip ini dipertegas kembali dalam Anggaran Rumah Tangga, yang mewajibkan setiap kader dan pengurus menjaga marwah organisasi dari kepentingan politik praktis.
Lebih jauh, dalam Nilai Dasar Perjuangan (NDP), HMI menempatkan kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab moral sebagai fondasi gerakan. NDP dengan jelas menolak segala bentuk oportunisme dan pragmatisme politik yang mengorbankan nilai demi kekuasaan. Kader HMI dituntut menjadi kekuatan moral (moral force) dan kontrol sosial (social control), bukan alat legitimasi politik elektoral.
Oleh karena itu, keterlibatan aktif seorang figur bacalon ketua umum HMI atas nama Pandu Wijaya dalam tim pemenangan salah satu calon Gubernur merupakan fakta objektif yang bertentangan dengan prinsip independensi HMI.
Keterlibatan tersebut secara etik dan ideologis telah menempatkan yang bersangkutan dalam ranah politik praktis, sehingga tidak patut diberi ruang untuk membawa kepentingan tersebut ke dalam struktur dan forum-forum HMI.
Memaksakan legitimasi kepada figur bakal calon yang telah terafiliasi dengan kepentingan elektoral politik pragmatis sama artinya dengan, Melanggar AD/ART HMI,Mengkhianati Nilai Dasar Perjuangan, dan Merusak posisi HMI sebagai organisasi kader yang independen dan kritis maka sudah seharusnya bakal calon tersebut dinyatakan tidak memenuhi syarat karena telah melanggar peraturan organisasi.
HMI bukan kendaraan politik, bukan ruang kompromi kekuasaan, dan bukan tempat rehabilitasi moral bagi ambisi pribadi. Sejarah perjuangan HMI membuktikan bahwa organisasi ini besar karena keteguhan menjaga jarak dari kekuasaan, bukan karena tunduk pada kepentingan pragmatis.
Independensi HMI adalah amanat AD/ART yang wajib dijaga tanpa kompromi, Setiap kader yang terlibat aktif dalam politik praktis wajib menanggalkan klaim independensi organisasi.
HMI Cabang Jambi harus berdiri tegak sebagai moral force, bukan electoral force, Jangan Sampai HMI kehilangan jati diri, kehormatan, dan legitimasi ideologisnya, HMI Cabang Jambi harus selalu Independen secara konstitusi, teguh secara ideologi, dan bermartabat di hadapan sejarah.(B)





