Jambi — Konferensi Cabang (Konfercab) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jambi ke-41 yang digelar di Graha Insan Cita diwarnai insiden chaos akibat memanasnya dinamika dalam forum persidangan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, dinamika awal muncul saat pembahasan surat mandat dari Komisariat FKIP Universitas Batanghari (Unbari). Perdebatan panjang terjadi di antara peserta sidang terkait keabsahan surat mandat tersebut. Meski berlangsung alot dan menyita waktu, situasi pada tahap ini masih dapat dikendalikan dan belum mengarah pada kericuhan.
Ketegangan meningkat ketika salah seorang peserta forum mendesak Steering Committee (SC) untuk melakukan verifikasi ulang terhadap kelengkapan administrasi salah satu calon kandidat ketua umum. Peserta tersebut menyoroti dugaan cacat administrasi, khususnya terkait dokumen Kartu Hasil Studi (KHS) dan Indeks Prestasi (IP).
Dalam forum, peserta itu menyampaikan bukti bahwa KHS dan IP yang dikumpulkan calon kandidat berasal dari Universitas Batanghari (Unbari), sementara yang bersangkutan diketahui telah melakukan mutasi dan saat ini berstatus sebagai mahasiswa Institut Agama Islam Muhammad Azim Jambi (IAIMA). Temuan tersebut memicu perdebatan keras antara peserta sidang, SC, serta pihak pendukung kandidat.
Selain persoalan administrasi akademik, juga diwarnai dengan munculnya keterlibatan calon kandidat dalam politik praktis. Salah satu kandidat, Pandu Wijaya telah terlibat aktif dalam tim sukses calon Gubernur Romi haryanto Informasi tersebut merujuk pada video yang beredar di akun TikTok HMI Jambi dan akun tiktok Mari menentukan yang memperlihatkan peran yang bersangkutan sebagai tim pemenangan salah satu kandidat calon Gubernur Jambi.Isu tersebut dinilai bertentangan dengan prinsip independensi HMI sebagaimana diatur dalam konstitusi organisasi dan berpotensi merusak HMI pada kepentingan kelompok tertentu.
Perdebatan yang semakin memanas akhirnya berujung pada chaos. Adu argumen dengan nada tinggi tak terhindarkan, membuat forum tidak kondusif hingga pimpinan sidang terpaksa menghentikan sementara jalannya persidangan guna meredam ketegangan.
Beberapa kader HMI menjadi korban dan dilarikan kerumah sakit RSUD Rd. Mattaher untuk di rawat sekaligus melakukan visum, dan beberapa nama terlapor di polsek telanaipura karrna diduga telah melakukan pemukulan diantaranya Fajar, Zamzami, dan Jimi.
Wahyu selaku pelapor mengatakan bahwa tindakan pemukulan tidak bisa di toleransi merusak nilai-nilai HMI, Konfercab merupakan forum adu gagasan bukan forum partai politik, kader HMI identik dengan Intelektualitasnya bukan seperti preman. Tutupnya






