ebrita.com
Sabtu, 5 September 2026
  • Home
  • Daerah
    • Kota Jambi
    • Kerinci
    • Bungo
    • Muaro Jambi
    • Sungai Penuh
    • Tanjabar
    • Sarolangun
    • Merangin
    • Tanjabtim
    • Tebo
  • Pilkada 2024
  • Politik
  • Hukum
  • Nasional
  • Showbiz
  • Advetorial
  • Kolom
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Indeks
  • Home
  • Daerah
    • Kota Jambi
    • Kerinci
    • Bungo
    • Muaro Jambi
    • Sungai Penuh
    • Tanjabar
    • Sarolangun
    • Merangin
    • Tanjabtim
    • Tebo
  • Pilkada 2024
  • Politik
  • Hukum
  • Nasional
  • Showbiz
  • Advetorial
  • Kolom
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
ebrita.com
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Home Daerah Pilgub Politik Hukum Nasional Showbiz Advetorial Kolom
Home Nasional

Buruh Geruduk Istana, UMP Jakarta 2026 Dinilai Tak Sejalan Biaya Hidup

29/12/2025
in Nasional, Uncategorized
1 min read
Buruh Geruduk Istana, UMP Jakarta 2026 Dinilai Tak Sejalan Biaya Hidup
183
DIBAGIKAN
223
DILIHAT
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WA

BacaJuga

Jakarta Memanas, 9 Aksi Demo Serentak Warnai Awal September

Sambut Aksi Demo Tolak Kenaikan Harga BBM, Ketua DPRD Fajran Akan Segera Menindaklanjuti Petisi Mahasiswa 

Ebrita.com – Ribuan buruh dari berbagai serikat pekerja menggelar aksi demonstrasi di depan Istana Merdeka, Jakarta, menuntut kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta 2026. Massa aksi menilai besaran UMP yang ditetapkan pemerintah belum mencerminkan realitas tingginya biaya hidup di ibu kota.

Dalam aksi tersebut, buruh mendesak pemerintah menaikkan UMP Jakarta 2026 menjadi sekitar Rp5,89 juta per bulan. Angka ini diklaim lebih mendekati kebutuhan hidup layak pekerja, terutama di tengah lonjakan harga pangan, sewa hunian, transportasi, hingga biaya pendidikan dan kesehatan yang terus meningkat.

Perwakilan serikat buruh menyebut, kenaikan UMP yang ditetapkan pemerintah hanya bersifat normatif dan administratif, tanpa mempertimbangkan kondisi riil buruh di lapangan. Jakarta, sebagai pusat ekonomi nasional, justru dinilai semakin tidak ramah bagi pekerja bergaji minimum.

“Upah naik, tapi pengeluaran naik lebih cepat. Buruh tetap terjebak hidup pas-pasan,” ujar salah satu orator dalam aksi.

Selain menuntut revisi UMP, buruh juga mengkritik mekanisme penetapan upah yang dianggap tidak transparan dan cenderung mengabaikan suara pekerja. Mereka meminta pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta membuka dialog substansial, bukan sekadar formalitas tahunan.

Aksi di Istana ini menjadi sinyal keras bahwa kebijakan pengupahan masih menyisakan ketimpangan serius. Jika tuntutan tidak direspons, buruh mengancam akan menggelar aksi lanjutan dengan skala massa yang lebih besar.

Di tengah ambisi pertumbuhan ekonomi dan stabilitas investasi, tuntutan buruh kembali menegaskan satu persoalan mendasar: apakah pembangunan benar-benar menghadirkan kesejahteraan bagi pekerja, atau justru membebani mereka yang berada di lapisan terbawah?

Print Friendly, PDF & Email
Topik: Aksi DemoBuruh demoIstana merdeka

TerkaitBerita

Petakan Potensi dan Kinerja ASN, Al Haris Dorong Transformasi Birokrasi di Jambi

Petakan Potensi dan Kinerja ASN, Al Haris Dorong Transformasi Birokrasi di Jambi

03/09/2026
275
Kemarau Lima Bulan, Pemprov Jambi Gelar Salat Istisqa, Gubernur Al Haris: Kita Bermunajat kepada Allah

Kemarau Lima Bulan, Pemprov Jambi Gelar Salat Istisqa, Gubernur Al Haris: Kita Bermunajat kepada Allah

02/09/2026
244
Gubernur Al Haris Berjibaku Padamkan Karhutla di Muaro Jambi, Dorong Masyarakat Manfaatkan Program PLTB

Gubernur Al Haris Berjibaku Padamkan Karhutla di Muaro Jambi, Dorong Masyarakat Manfaatkan Program PLTB

01/09/2026
275
Peserta PTSL Pertanyakan Kuota, Berkas Tiga Bulan Tak Kunjung Diukur

Peserta PTSL Pertanyakan Kuota, Berkas Tiga Bulan Tak Kunjung Diukur

01/09/2026
208

Copyright © 2020 EBRITA.COM - Member of IWO | Dev by YD4AFG

  • Home
  • Redaksi
  • Iklan