Ebrita.com – Kota Jambi diguncang oleh laporan dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang menimpa seorang remaja perempuan berusia 13 tahun. Kasus ini kini tengah ditangani secara serius oleh Satreskrim Polresta Jambi karena diduga melibatkan tujuh orang pelaku yang sebagian besar masih berstatus sebagai pelajar.
Peristiwa memilukan tersebut dilaporkan terjadi pada 26 November 2025 di sebuah rumah kosong yang berada di wilayah Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi. Keluarga korban melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian setelah korban mengalami trauma berat akibat peristiwa yang dialaminya.
Dugaan Kronologi Kejadian
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun dari laporan keluarga, korban diduga dipaksa mengonsumsi minuman keras jenis arak Bali hingga kehilangan kesadaran. Dalam kondisi tidak berdaya tersebut, para terduga pelaku disebut melakukan tindakan kekerasan seksual secara bergiliran.
Pihak keluarga telah menyerahkan identitas enam terduga pelaku dengan inisial MI, YO, YO, NO, NU, dan RE. Sementara satu pelaku lainnya masih dalam proses pendalaman oleh penyidik.
“Kasus ini sudah kami laporkan secara resmi ke Polresta Jambi. Kami berharap keadilan ditegakkan dan pelaku mendapat hukuman setimpal,” tulis perwakilan keluarga korban dalam pernyataan yang beredar luas di media sosial.
Polisi Lakukan Penyelidikan Intensif
Satreskrim Polresta Jambi membenarkan adanya laporan tersebut dan saat ini tengah melakukan pemeriksaan saksi-saksi serta pengumpulan alat bukti. Proses hukum dilakukan dengan prosedur khusus mengingat korban dan sebagian terduga pelaku masih di bawah umur.
Penanganan kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut perlindungan anak serta maraknya kekerasan seksual yang melibatkan remaja. Polisi menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas perkara ini secara profesional dan transparan.
Reaksi Publik dan Sorotan Perlindungan Anak
Kasus ini memicu kecaman luas dari masyarakat Jambi. Banyak pihak mendesak aparat penegak hukum serta lembaga perlindungan anak untuk memberikan pendampingan psikologis kepada korban dan memastikan hak-haknya terpenuhi selama proses hukum berlangsung.
Selain itu, masyarakat juga menyoroti pentingnya peran orang tua, lingkungan, serta aparat setempat dalam mengawasi aktivitas remaja, terutama di lokasi-lokasi terbengkalai yang rawan disalahgunakan.
Pengingat Penting bagi Lingkungan Sosial
Peristiwa ini menjadi alarm keras tentang pentingnya pencegahan kekerasan seksual pada anak. Edukasi sejak dini, komunikasi terbuka dalam keluarga, serta pengawasan pergaulan dan media sosial dinilai sebagai langkah krusial untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut dan memastikan proses hukum berjalan sesuai aturan yang berlaku.(tim)





