Ebrita.com — Misteri di balik kematian tragis MR (11), bocah laki-laki yang ditemukan tewas di toilet Masjid At-Taubah, Desa Sadasari, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, mulai menemukan titik terang.
Polres Majalengka dilaporkan telah mengamankan seorang terduga pelaku yang diduga kuat terlibat dalam kasus yang sempat mengguncang warga setempat.
Kabar penangkapan itu dikonfirmasi langsung oleh Kepala Desa Sadasari, Abdul Miskad, pada Selasa (21/10/2025).
“Alhamdulillah, sudah ketemu pelakunya kemarin sekitar jam tiga sore,” ujar Abdul Miskad saat dikonfirmasi wartawan.
Menurutnya, pelaku bukan warga Desa Sadasari, melainkan berasal dari desa lain dan bekerja di salah satu bengkel di wilayah Maja.
“Orangnya bukan warga sini, beda desa. Katanya pegawai di Mitsu Maja,” tambahnya.
Kabar ini sontak disambut lega oleh warga dan keluarga korban yang berharap agar proses hukum berjalan transparan dan tuntas.
“Harapan keluarga, pelaku bisa menjalani hukuman sesuai aturan yang berlaku,” ungkap Miskad.
Kasus kematian MR, siswa kelas 5 SD, awalnya diduga akibat kecelakaan tunggal. Korban ditemukan meninggal di kamar mandi masjid pada Sabtu sore (18/10/2025). Namun, dugaan itu berubah drastis setelah rekaman CCTV di sekitar Kantor Desa Sadasari ditemukan.
Rekaman tersebut memperlihatkan MR bersama seorang pria tak dikenal sebelum akhirnya tewas.
“Dari rekaman CCTV terlihat korban sempat berbincang dengan seorang pria di area kantor desa. Setelah itu, keduanya masuk ke area toilet,” ungkap Abdul Miskad.
Namun, hanya pria itu yang terlihat keluar dari toilet beberapa menit kemudian — tanpa MR. Tak lama berselang, bocah itu ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di dalam bak mandi.
“Selang sekitar lima sampai sepuluh menit, hanya pria itu yang keluar. Korban tidak terlihat keluar lagi,” jelasnya.
Warga pun semakin yakin bahwa kematian MR bukan kecelakaan biasa.
Penyelidikan semakin mengarah pada dugaan tindak kekerasan setelah tim medis menemukan luka di bagian kepala korban.
Kapolres Majalengka AKBP Willy Andrian membenarkan hal tersebut dan menegaskan pihaknya tengah mendalami seluruh bukti, termasuk hasil visum dan rekaman CCTV.
“Kami sedang mengumpulkan alat bukti untuk memastikan kronologi peristiwa ini. Rekaman CCTV menjadi salah satu petunjuk penting,” ujar AKBP Willy.
Sebelumnya, warga sempat menduga MR terpeleset karena ditemukan di dalam bak mandi. Namun, ketika jenazah dimandikan di Puskesmas Maja, darah keluar dari kepala korban, menimbulkan kecurigaan dan mendorong laporan resmi ke Polsek Argapura sekitar pukul 20.00 WIB.
“Dari hasil pemeriksaan awal dokter, memang ditemukan luka di kepala. Namun, kita masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian,” kata Kapolres.
Hingga berita ini ditulis, identitas lengkap dan motif pelaku masih dirahasiakan oleh pihak kepolisian. Namun, Kapolres Majalengka memastikan akan memberikan keterangan resmi dalam waktu dekat.
“Nanti kita doorstop,” ujarnya singkat, mengisyaratkan akan ada konferensi pers resmi untuk membeberkan hasil penyelidikan.
Kasus ini menjadi sorotan publik Majalengka karena melibatkan anak di bawah umur dan terjadi di tempat ibadah yang seharusnya menjadi ruang aman bagi siapa pun.
Warga berharap, pengungkapan kasus ini menjadi pelajaran agar pengawasan terhadap anak-anak di lingkungan publik semakin diperketat.
“Kita tidak menyangka kejadian seperti ini bisa terjadi di lingkungan masjid. Semoga keadilan benar-benar ditegakkan,” ucap salah satu warga setempat.
Kematian MR meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan warga Desa Sadasari. Namun, di balik duka itu, masyarakat kini menaruh harapan besar agar kebenaran terungkap sepenuhnya — dan tidak ada lagi “lima menit misterius” yang berujung kehilangan nyawa seorang anak di rumah Tuhan.(tim)







