ebrita.com
Senin, 27 Juli 2026
  • Home
  • Daerah
    • Kota Jambi
    • Kerinci
    • Bungo
    • Muaro Jambi
    • Sungai Penuh
    • Tanjabar
    • Sarolangun
    • Merangin
    • Tanjabtim
    • Tebo
  • Pilkada 2024
  • Politik
  • Hukum
  • Nasional
  • Showbiz
  • Advetorial
  • Kolom
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Indeks
  • Home
  • Daerah
    • Kota Jambi
    • Kerinci
    • Bungo
    • Muaro Jambi
    • Sungai Penuh
    • Tanjabar
    • Sarolangun
    • Merangin
    • Tanjabtim
    • Tebo
  • Pilkada 2024
  • Politik
  • Hukum
  • Nasional
  • Showbiz
  • Advetorial
  • Kolom
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
ebrita.com
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Home Daerah Pilgub Politik Hukum Nasional Showbiz Advetorial Kolom
Home Nasional

Lompat ke Jurang Demi Nyawa: Kesaksian Mencekam di Balik Serangan Brutal KKB Papua di Nabire

19/10/2025
in Nasional
2 min read
Lompat ke Jurang Demi Nyawa: Kesaksian Mencekam di Balik Serangan Brutal KKB Papua di Nabire
166
DIBAGIKAN
190
DILIHAT
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WA

BacaJuga

Antisipasi Lonjakan Harga, Polda Papua Salurkan 165 Ton Beras ke Daerah Pegunungan dan Pesisir

TNI Tewaskan Lamek Taplo, Komandan KKB Papua yang Dikenal Sadis: Operasi Kiwirok Guncang Pegunungan Bintang

Ebrita.com — Suasana tenang di Distrik Nabire Barat mendadak berubah menjadi neraka pada Jumat pagi (17/10/2025). Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya kembali menebar teror, menembaki warga sipil di kawasan Kali Semen, Wadio Atas, sekitar pukul 10.00 WIT.

Serangan brutal itu menewaskan satu warga dan melukai sedikitnya empat orang lainnya. Aparat yang bergegas ke lokasi pun turut menjadi sasaran.

Kesaksian dramatis datang dari Braen, salah satu penumpang mobil yang diserang. Ia bersama beberapa rekannya tengah melintas dari Siriwo menuju Kota Nabire saat tiba-tiba sekelompok orang bersenjata laras panjang menghadang kendaraan mereka di tanjakan Kali Semen.

“Sebelum mobil sempat berhenti, mereka langsung menembak. Kami panik, peluru menghantam bodi mobil,” ujar Braen.

Mobil ringsek penuh lubang peluru. Dalam kepanikan, Braen dan dua rekannya, termasuk adiknya Brando, melompat keluar dan lari menyelamatkan diri.

“Saya ditembak dari depan, tapi peluru meleset. Kami akhirnya lompat ke jurang dan sembunyi di balik pepohonan,” kenangnya dengan suara bergetar.

Mereka bertahan berjam-jam di dalam jurang, mengikuti aliran sungai sambil menahan napas setiap kali mendengar langkah para pelaku yang mondar-mandir di atas.

“Kelompok bersenjata itu sempat lewat tepat di depan kami. Kami diam, cuma bisa berdoa agar tidak ditemukan,” tutur Brando.

Satu warga sipil bernama Masturiyadi (50) tewas di tempat akibat luka tembak di bagian kepala.
Empat warga lainnya mengalami luka serius:

Yance Makai (38) – enam luka robek di lengan dan perut.

Aser Kegou (45) – luka tembak di lengan kiri.

Martinus Makai (42) – luka lecet di wajah akibat serpihan kaca.

Ari – luka tembak di kedua lengan.

Semua korban kini dirawat di RSUD Nabire.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Faizal Ramadhani, mengecam keras serangan tersebut.

“Kami tidak akan berhenti sebelum kelompok ini ditangkap. Serangan terhadap warga sipil adalah tindakan biadab yang tidak bisa ditoleransi,” tegasnya.

Polisi memastikan dalang utama adalah kelompok KKB pimpinan Aibon Kogoya, yang selama ini dikenal aktif di wilayah Nabire dan Intan Jaya.

Sementara Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, membenarkan bahwa seorang anggota polisi juga terluka saat hendak menuju lokasi kejadian.

“Keamanan masyarakat adalah prioritas utama. Jalur-jalur rawan kini dijaga ketat oleh TNI–Polri,” ujarnya.

Serangan ini kembali memperlihatkan betapa rentannya warga sipil di Papua terhadap aksi kekerasan bersenjata.
Di tengah upaya pemerintah menjaga stabilitas dan pembangunan, ancaman KKB tetap menghantui jalur-jalur vital, termasuk akses antar-distrik seperti Kali Semen.

Bagi Braen dan Brando, hari itu akan selalu teringat sebagai hari mereka melompat ke jurang demi nyawa — simbol dari ketakutan, keberanian, dan betapa dekatnya kematian di tanah yang terus bergejolak.(tim)

Print Friendly, PDF & Email
Topik: KKBNabireOPMPAPUA

TerkaitBerita

Lonjakan Pembuat Konten di Era Digital: Transformasi Profesi Milenial dan Gen Z 2026 di Indonesia

Lonjakan Pembuat Konten di Era Digital: Transformasi Profesi Milenial dan Gen Z 2026 di Indonesia

07/04/2026
219
Dana PIP Harus Diterima Utuh oleh Siswa, Kemendikdasmen Tegaskan Pemotong Akan Dipidana

Dana PIP Harus Diterima Utuh oleh Siswa, Kemendikdasmen Tegaskan Pemotong Akan Dipidana

27/02/2026
210
Buka Ramadhan Ceria 2026, Wagub Sani Harap Da’i Cilik Jadi Agen Perubahan

Buka Ramadhan Ceria 2026, Wagub Sani Harap Da’i Cilik Jadi Agen Perubahan

24/02/2026
229
Temui Menteri PKP, Gubernur Al Haris bersama Para Bupati/Wali Kota Perjuangkan Program Perumahan Rakyat

Temui Menteri PKP, Gubernur Al Haris bersama Para Bupati/Wali Kota Perjuangkan Program Perumahan Rakyat

23/02/2026
219

Copyright © 2020 EBRITA.COM - Member of IWO | Dev by YD4AFG

  • Home
  • Redaksi
  • Iklan