eBrita.com – Terletak di dalam kawasan Geopark Ciletuh‑Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, Curug Sodong menghadirkan perpaduan antara keindahan alam dan mitos kelautan yang kuat. Dua aliran air terjun kembar jatuh dari tebing hijau, lalu sebuah bongkahan batu besar berdiri tegak di tepi jurang yang oleh masyarakat setempat disebut sebagai “batu penjaga laut selatan”.
Dalam legenda lokal, batu tersebut dipercaya sebagai isyarat alam: jika batu itu bergeser atau runtuh, maka laut selatan akan bergolak atau terjadi kejadian besar seperti tsunami. Warga Desa Ciwaru menuturkan bahwa sejak dulu bongkahan batu itu “tidak pernah bergerak”, meski air dan hujan terus mengikis sekitarnya.
Namun di balik mitos itu, batu besar tersebut juga memiliki makna geologi yang mendalam. Menurut papan penjelasan di Geopark Ciletuh, batu tersebut adalah bagian dari formasi batuan purba yang terbentuk melalui proses tektonik dan sedimentasi jutaan tahun lalu artinya, keawetannya bukan sekadar kebetulan.
Daya Tarik & Pengalaman Wisata
- Panorama alam yang dramatis: Tebing curam, dua aliran air terjun berdampingan, kabut air yang terbentuk dari curahan air. Semua ini memunculkan atmosfer yang mistis sekaligus menyejukkan.
- Spot foto instagrammable: Pengunjung dapat berdiri dekat batu besar, mencitrakan diri di antara alam dan legenda.
- Pintu masuk edukasi geologi & mitos: Batu penjaga ini menjadi jembatan antara cerita rakyat dan ilmu bumi mengajak pengunjung memahami sejarah bumi sambil merasakan kedalaman budaya lokal.
Akses & Tips Kepada Pengunjung
- Lokasi: Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi sekitar 45 km dari Pelabuhanratu.
- Tiket & operasional: Masuk ke kawasan Geopark Ciletuh dilaporkan sekitar Rp 12.000 per orang (per Oktober 2025) dengan jam operasional pukul 08.00-16.00 WIB.
- Tips keamanan: Medan menuju air terjun bisa licin saat hujan — sebaiknya pakai alas kaki yang pas, dan jangan terlalu dekat ke tebing saat kondisi air deras.
- Pelestarian alam: Karena formasi batu ini tergolong warisan purba dan unik, pengunjung diminta tidak memanjat batu atau mengambil batu-kecil sebagai “souvenir”.
Curug Sodong tidak hanya menawarkan keindahan fisik, tetapi juga membawa kita “menyentuh” keseimbangan antara laut, darat, dan waktu. Mitos batu penjaga membuat pengalaman menjadi lebih dari sekadar wisata alam ini adalah pelajaran tentang bagaimana manusia memaknai alam dan bagaimana alam sendiri merekam sejarah panjangnya.(Tim)







