ebrita.com
Sabtu, 13 Juni 2026
  • Home
  • Daerah
    • Kota Jambi
    • Kerinci
    • Bungo
    • Muaro Jambi
    • Sungai Penuh
    • Tanjabar
    • Sarolangun
    • Merangin
    • Tanjabtim
    • Tebo
  • Pilkada 2024
  • Politik
  • Hukum
  • Nasional
  • Showbiz
  • Advetorial
  • Kolom
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Indeks
  • Home
  • Daerah
    • Kota Jambi
    • Kerinci
    • Bungo
    • Muaro Jambi
    • Sungai Penuh
    • Tanjabar
    • Sarolangun
    • Merangin
    • Tanjabtim
    • Tebo
  • Pilkada 2024
  • Politik
  • Hukum
  • Nasional
  • Showbiz
  • Advetorial
  • Kolom
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
ebrita.com
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Home Daerah Pilgub Politik Hukum Nasional Showbiz Advetorial Kolom
Home Daerah Sungai Penuh

Air PDAM Tirta Khayangan Diduga Tercemar Limbah, Warga Gatal dan Diare

19/10/2025
in Sungai Penuh
2 min read
Air PDAM Tirta Khayangan Diduga Tercemar Limbah, Warga Gatal dan Diare

Walikota Sungai Penuh saat Meninjau Pengolahan Air Bersih di Perumda Tirta Khayangan.

131
DIBAGIKAN
115
DILIHAT
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WA

BacaJuga

Anggota DPRD Sungai Penuh Divonis Bersalah dalam Kasus Bollard, Didenda Rp30 Juta dan Wajib Pasang Kembali

Indonesia ASRI Resmi Bergulir, Pemkot Sungai Penuh Siapkan Langkah Nyata

SUNGAI PENUH — Ironis. Di tengah gencarnya kampanye pemerintah soal kesehatan dan lingkungan, warga Simpang Tiga Rawang, Kecamatan Hamparan Rawang, Kota Sungai Penuh justru harus berhadapan dengan ancaman paling dasar, yakni air kotor dari PDAM Tirta Khayangan.

Alih-alih menyehatkan, air yang keluar dari kran rumah warga kini menjadi sumber penyakit kulit dan gangguan pencernaan.

“Airnya keruh, kadang berwarna kecokelatan, bahkan menimbulkan gatal setelah mandi,” ujar Gilang Antoni, warga setempat, Sabtu (18/10/2025).

Keluhan serupa datang dari Andika, yang menceritakan keluarganya mengalami gatal-gatal dan diare dalam beberapa minggu terakhir.

“Kami terpaksa beli air galon untuk minum. Tapi untuk mandi dan mencuci, tetap pakai air PDAM karena tidak ada pilihan lain,” ujarnya getir.

Hasil penelusuran lapangan mengungkap 48 dari 50 warga di wilayah tersebut mengalami gejala serupa. Dugaan kuat mengarah pada air PDAM Tirta Khayangan yang tercemar.

Sumber air PDAM diketahui berasal dari Sungai Batang Merao, yang kini menjadi muara limbah aktivitas galian C dan sampah rumah tangga dari wilayah Kabupaten Kerinci.

Limbah ini terbawa arus menuju titik penyedotan PDAM dan masuk ke sistem pengolahan yang disebut warga belum mampu menyaring limbah dengan baik.

Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar, apakah PDAM benar-benar melakukan uji kualitas air secara rutin?

“Kalau terus begini, kami khawatir anak-anak semakin sering sakit,” kata Gilang lagi.

Warga mendesak PDAM segera memperbaiki sistem filtrasi air dan membuka hasil uji laboratorium ke publik.

“Air itu kebutuhan pokok. Kalau kualitasnya buruk, maka pemerintah harus tanggung jawab. Jangan diam saja sementara warga menderita,” tegas salah satu tokoh masyarakat.

Masalah ini bukan sekadar soal teknis, tapi cermin lemahnya tata kelola air bersih di tingkat daerah.
Sumber air yang tercemar, pengolahan yang tak maksimal, serta kurangnya transparansi PDAM menunjukkan betapa longgarnya pengawasan pemerintah terhadap layanan publik paling vital: air bersih.

Warga kini menuntut langkah konkret, bukan janji. Mereka meminta:

  • PDAM Tirta Khayangan memperketat pengawasan dan memperbarui sistem penyaringan air.
  • Pemerintah Kota Sungai Penuh turun langsung menindak dan melakukan audit kualitas air.
  • Pemkab Kerinci menertibkan aktivitas galian C dan pembuangan limbah yang mencemari Sungai Batang Merao.

“Kami tidak minta banyak. Cukup air bersih, itu saja. Karena air bukan kemewahan itu hak hidup warga,” pungkas salah satu tokoh masyarakat.

Krisis air bersih di Sungai Penuh ini seharusnya menjadi alarm bagi seluruh pemerintah daerah.
Air yang seharusnya menyehatkan kini justru membawa penyakit.

Jika PDAM dan pemerintah terus abai, maka tak lama lagi, warga bukan hanya kehilangan kepercayaan tapi juga kehilangan kesehatan. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Topik: Air BersihHeadlineKrisis AirLingkunganPDAM Tirta KhayanganPencemaran AirPerumda Tirta KhayanganSungai Penuh

TerkaitBerita

313 Mahasiswa STIE Sakti Alam Kerinci Resmi Diwisuda

313 Mahasiswa STIE Sakti Alam Kerinci Resmi Diwisuda

13/06/2026
1.5k
Anggota DPRD Sungai Penuh Divonis Bersalah dalam Kasus Bollard, Didenda Rp30 Juta dan Wajib Pasang Kembali

Anggota DPRD Sungai Penuh Divonis Bersalah dalam Kasus Bollard, Didenda Rp30 Juta dan Wajib Pasang Kembali

09/06/2026
208
Indonesia ASRI Resmi Bergulir, Pemkot Sungai Penuh Siapkan Langkah Nyata

Indonesia ASRI Resmi Bergulir, Pemkot Sungai Penuh Siapkan Langkah Nyata

06/06/2026
208
Kunjungan DPRD Pesisir Selatan, Diskominfosta Sungai Penuh Jadi Rujukan Transformasi Digital Daerah

Kunjungan DPRD Pesisir Selatan, Diskominfosta Sungai Penuh Jadi Rujukan Transformasi Digital Daerah

03/06/2026
198

KOLOM

313 Mahasiswa STIE Sakti Alam Kerinci Resmi Diwisuda

313 Mahasiswa STIE Sakti Alam Kerinci Resmi Diwisuda

13 Juni 2026

KANAL

  • Advetorial
  • Bisnis
  • Bungo
  • Daerah
  • Entertaiment
  • Healt
  • Hukrim
  • Hukum
  • Jambi
  • Kerinci
  • Kolom
  • Kota Jambi
  • Life Style
  • Merangin
  • Muaro Jambi
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sarolangun
  • Showbiz
  • Sosbud
  • Sport
  • Sungai Penuh
  • Tanjabar
  • Tanjabtim
  • Tanjung Jabung Barat
  • Tebo
  • Uncategorized

MENU

  • Home
  • Redaksi
  • Iklan
  • Privacy & Policy
ebrita.com

PT. Ebrita Jambi Media

Redaksi : Jalan Depati Parbo, Koto Lebu, Kec. Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh.

Copyright © 2020 EBRITA.COM - Member of IWO | Dev by YD4AFG

  • Home
  • Redaksi
  • Iklan