ebrita.com
Kamis, 23 Juli 2026
  • Home
  • Daerah
    • Kota Jambi
    • Kerinci
    • Bungo
    • Muaro Jambi
    • Sungai Penuh
    • Tanjabar
    • Sarolangun
    • Merangin
    • Tanjabtim
    • Tebo
  • Pilkada 2024
  • Politik
  • Hukum
  • Nasional
  • Showbiz
  • Advetorial
  • Kolom
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Indeks
  • Home
  • Daerah
    • Kota Jambi
    • Kerinci
    • Bungo
    • Muaro Jambi
    • Sungai Penuh
    • Tanjabar
    • Sarolangun
    • Merangin
    • Tanjabtim
    • Tebo
  • Pilkada 2024
  • Politik
  • Hukum
  • Nasional
  • Showbiz
  • Advetorial
  • Kolom
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
ebrita.com
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Home Daerah Pilgub Politik Hukum Nasional Showbiz Advetorial Kolom
Home Daerah

Guru Besar UNJA Prof Haryadi Angkat Bicara Soal Jalan Khusus Batu Bara

17/10/2025
in Daerah, Healt, Jambi
2 min read
Guru Besar UNJA Prof Haryadi Angkat Bicara Soal Jalan Khusus Batu Bara
114
DIBAGIKAN
125
DILIHAT
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WA

BacaJuga

PMII Merangin: Stop Armada Batu Bara, Jalan Nasional Bangko Bukan Jalur Tambang!

Sekolah di Sungai Penuh Direvitalisasi Demi Pendidikan Unggul

Eberita.com – Jambi, Prof Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi (UNJA) angkat bicara soal jalan khusus batu bara yang kini sedang gencar didorong penyelesaiannya oleh Pemerintah Provinsi Jambi.

“Tujuannya jelas, memperlancar arus logistik tambang dan menghindari kerusakan jalan umum akibat aktivitas truk tambang,” ujarnya. Ia juga mengamati ada dua investor yang saat ini terlihat serius membangun jalan khusus di Provinsi Jambi, yaitu perusahaan tambang PT Sinar Anugerah Sukses (PT SAS) dan PT Inti Bangun Sarana (IBS).

Dikatakan Prof Haryadi, langkah yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jambi untuk mendorong dua investor ini, secara strategis bisa berdampak positif. Pertama, distribusi hasil tambang menjadi lebih efisien. Kedua, tekanan terhadap infrastruktur publik bisa berkurang. Ketiga, bila pengelolaannya baik, pemerintah daerah bisa mendapatkan pemasukan tambahan dari skema kerja sama dengan investor.

“Namun, pemerintah harus berhati-hati. Pembangunan jalan khusus tambang harus tetap memperhatikan dampak sosial dan lingkungan,” lanjutnya. Jangan sampai efisiensi ekonomi justru menimbulkan konflik agraria, kerusakan lingkungan, atau mengabaikan partisipasi masyarakat sekitar, perusahaan yang membangun jalan khusus harus diwajibkan menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan secara konsisten, bukan hanya formalitas di atas kertas.

Prof Haryadi juga menyorot soal tantangan besar yang sedang dihadapi Provinsi Jambi dalam pengelolaan keuangan daerah. Ia menilai, prediksi penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hingga Rp1,5 triliun adalah sinyal yang tidak bisa diabaikan. Dimana Penurunan ini berdasarkan laporan resmi Statistik sudah terjadi sejak 3 tahun belakangan.

“Menurut hemat saya, penurunan ini tidak hanya soal angka semata, tetapi menggambarkan rapuhnya fondasi fiskal Jambi yang masih sangat bergantung pada sektor-sektor tertentu, terutama migas dan minerba (pertambangan mineral dan batu bara),” lanjutnya.

Jambi sejatinya adalah daerah yang kaya. Sumber daya alamnya melimpah: batu bara, minyak, gas bumi, serta hasil perkebunan seperti karet dan sawit. Namun, mengapa dengan kekayaan sebesar itu, fiskal daerah bisa terguncang begitu dalam?

“Salah satu akar persoalan adalah tingginya ketergantungan Jambi terhadap sektor pertambangan dan energi. Data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menunjukkan bahwa sektor ini menyumbang lebih dari 13 persen terhadap perekonomian Jambi dalam beberapa tahun terakhir,” lanjutnya lagi.

Namun demikian, sektor ini juga sangat rentan terhadap fluktuasi harga komoditas global. Ketika harga minyak atau batu bara turun, maka otomatis pendapatan dari dana bagi hasil (DBH) pun ikut merosot. “Inilah yang terjadi pada APBD Jambi. Ketika produksi menurun atau harga komoditas tergelincir, maka fiskal daerah ikut terguncang,” lanjutnya lagi. Ia juga menegaskan, tanpa diversifikasi ekonomi, ketergantungan terhadap sektor tambang bisa menjadi jebakan jangka panjang.

Di tengah ketimpangan yang ada, banyak masyarakat merasa bahwa sektor tambang hanya memperkaya segelintir elite dan korporasi besar. Pandangan ini memang tidak sepenuhnya salah. Sebagian besar keuntungan langsung sektor ini memang dinikmati oleh pemilik modal dan perusahaan besar. “Namun pandangan ini bisa jadi tidak sepenuhnya benar, bila dikelola dengan tepat, sektor tambang bisa memberikan efek berganda (multiplier effect) yang luas kepada masyarakat.

Katanya ada beberapa manfaat yang bisa dirasakan antara lain penciptaan lapangan kerja, tumbuhnya sektor pendukung seperti logistik dan jasa, pembangunan infrastruktur jalan dan fasilitas sosial, hingga peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi dan pajak. “Sayangnya, manfaat ini tidak selalu merata. Lemahnya pengawasan, rendahnya transparansi, dan minimnya keberpihakan terhadap masyarakat lokal membuat potensi ini seringkali tidak maksimal,” ujarnya di penghujung wawancara. (glg)

Print Friendly, PDF & Email
Topik: Angkutan Batu BaraGuru Besar UnjaUNJA

TerkaitBerita

Tinjau 10 Program Pokok PKK di Desa Pondok Agung, Hj. Hesti Haris Apresiasi Kreativitas Ibu-Ibu

Tinjau 10 Program Pokok PKK di Desa Pondok Agung, Hj. Hesti Haris Apresiasi Kreativitas Ibu-Ibu

24/06/2026
264
Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris, SE (Hesti Haris) saat menghadiri Sosialisasi Gerakan Jambi Bersholawat di Sungai Penuh

Sosialisasikan Gerakan Jambi Bersholawat di Sungai Penuh, Hj. Hesti Haris Tegaskan Sholawat Jadi Amal Nyata

24/06/2026
278
Hj. Hesti Haris Resmikan Rumah Dilan TP PKK Kabupaten Kerinci dan Dukung UMKM di Taman Wisata Air Panas Semurup

Hj. Hesti Haris Resmikan Rumah Dilan TP PKK Kabupaten Kerinci dan Dukung UMKM di Taman Wisata Air Panas Semurup

23/06/2026
283
Sosialisasikan Gerakan Jambi Bersholawat di Kerinci, Hesti Haris: Jadikan Sholawat Energi Positif dalam Mendidik Generasi Berakhlak

Sosialisasikan Gerakan Jambi Bersholawat di Kerinci, Hesti Haris: Jadikan Sholawat Energi Positif dalam Mendidik Generasi Berakhlak

23/06/2026
252

Copyright © 2020 EBRITA.COM - Member of IWO | Dev by YD4AFG

  • Home
  • Redaksi
  • Iklan