Ebrita.com – Pagi di Pasar Angso Duo biasanya dimulai dengan aroma sayur segar dan suara riuh pedagang menawarkan dagangan. Namun, Senin (8/9/2025) dini hari lalu, suasana berubah mencekam. Dua pedagang sayur bersimbah darah setelah menjadi korban aksi perampokan brutal yang gagal.
Peristiwa itu terjadi di deretan kios sayur kawasan Pasar Angso Duo, Kota Jambi. Pelaku, yang diduga lebih dari satu orang, berusaha merampok seorang pedagang cabai. Upaya tersebut gagal setelah dua pedagang lain mencoba menolong korban — dan malah menjadi sasaran tikaman senjata tajam.
“Pelaku langsung menusuk dan kabur. Korban dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan luka parah,” ungkap salah seorang saksi di lokasi kejadian.
Kejadian ini menambah panjang daftar kasus kekerasan dan kriminalitas yang terus menghantui pasar tradisional terbesar di Provinsi Jambi tersebut.
Pasar Angso Duo: Jantung Ekonomi yang Kini Diselimuti Ketakutan
Pasar Angso Duo bukan sekadar pusat jual beli — ia adalah denyut nadi ekonomi masyarakat Jambi. Setiap hari, ribuan pedagang menggantungkan hidupnya di sana. Sedikitnya terdapat 1.200 pedagang tetap, belum termasuk ratusan pedagang harian yang datang dan pergi menjajakan barang kebutuhan pokok
Namun, di balik hiruk-pikuk transaksi, ketakutan kini menjadi bagian dari keseharian mereka. Banyak pedagang mengaku tidak hanya waspada terhadap pencuri, tapi juga takut pada ancaman preman dan tindak kekerasan
“Sekarang buka kios rasanya kayak berjudi dengan keselamatan,” kata seorang pedagang ikan yang enggan disebut namanya. “Toko kami pernah dibobol dua kali, tapi pelaku tidak pernah tertangkap.”
Toko Dibobol, Nyawa Terancam
Bukan sekali dua kali pasar ini menjadi lokasi tindak kriminal. Beberapa kios dilaporkan telah berulang kali dibobol pelaku pencurian. Dari kehilangan uang, barang dagangan, hingga penusukan terhadap pedagang, semua terjadi dalam kurun waktu tak sampai setahun.
Tren ini menandakan lemahnya pengawasan dan minimnya kehadiran aparat keamanan di lokasi. Padahal, kawasan Pasar Angso Duo memiliki aktivitas ekonomi besar yang seharusnya menjadi prioritas pengamanan.
Darurat Keamanan di Pusat Perdagangan Jambi
Serangkaian insiden perampokan, penikaman, dan pencurian kini membuat para pedagang resah. Mereka mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menindak tegas para pelaku kejahatan serta meningkatkan patroli di area pasar.
“Kami hanya ingin berdagang dengan aman, tidak lebih,” ujar seorang pedagang sayur sambil menutup kiosnya lebih awal dari biasanya.
Pasar Angso Duo, yang seharusnya menjadi simbol pergerakan ekonomi rakyat, kini justru berubah menjadi ruang yang dihantui rasa takut. Dan selama pelaku kekerasan masih bebas berkeliaran, pasar ini akan terus menjadi saksi bisu dari wajah buram keamanan kota Jambi.(tim)





