Ebrita.com — Memasuki trimester ketiga, ibu hamil biasanya mulai merasakan campuran rasa bahagia dan cemas menjelang hari kelahiran. Di masa ini, tubuh ibu mengalami banyak perubahan, dan persiapan yang matang menjadi kunci agar proses persalinan berjalan lancar.
Menurut dr. Rini Handayani, Sp.OG, dokter spesialis kandungan RS Hermina Jakarta, trimester ketiga (usia kehamilan 28–40 minggu) adalah waktu yang krusial untuk mempersiapkan fisik, mental, serta perlengkapan menjelang melahirkan. “Trimester akhir bukan hanya tentang menunggu kontraksi, tapi juga memastikan ibu siap secara fisik dan emosional,” ujarnya, Senin (6/10/2025).
1. Rutin Periksa Kandungan
Memasuki usia kehamilan 36 minggu ke atas, pemeriksaan ke dokter disarankan dilakukan setiap minggu. Pemeriksaan ini penting untuk memantau posisi janin, berat badan bayi, dan kesiapan jalan lahir. “Dengan kontrol rutin, dokter bisa mendeteksi lebih dini tanda-tanda risiko seperti preeklamsia, air ketuban sedikit, atau posisi janin sungsang,” ujar dr. Rini.
2. Siapkan Tas Persalinan Lebih Awal
Menjelang minggu ke-36, ibu hamil sebaiknya mulai menyiapkan tas melahirkan berisi perlengkapan penting, seperti:
Dokumen administrasi (KTP, kartu BPJS, buku kehamilan)
- Pakaian ibu dan bayi
- Popok, selimut, serta perlengkapan mandi
- Pembalut nifas dan alat menyusui
3. Perhatikan Pola Makan dan Asupan Gizi
Nutrisi tetap menjadi faktor utama di trimester akhir. Ibu disarankan mengonsumsi makanan tinggi protein, zat besi, dan serat untuk mencegah anemia dan sembelit.
Minum air putih yang cukup juga membantu menjaga cairan ketuban tetap optimal. “Hindari makanan terlalu asin atau tinggi gula karena bisa memicu tekanan darah tinggi,” jelas dr. Rini.
4. Latihan Pernapasan dan Senam Hamil
Senam hamil dan latihan pernapasan sangat dianjurkan untuk membantu otot panggul lebih kuat dan mengurangi rasa tegang menjelang persalinan.
Beberapa rumah sakit dan bidan kini juga menawarkan kelas persiapan melahirkan, termasuk edukasi posisi mengejan yang benar dan cara menghadapi kontraksi.
5. Siapkan Mental dan Dukungan Keluarga
Rasa cemas menjelang melahirkan adalah hal yang wajar. Namun dukungan pasangan dan keluarga sangat membantu menjaga kestabilan emosional ibu.
“Keterlibatan suami saat proses persalinan terbukti menurunkan stres dan meningkatkan ikatan keluarga setelah bayi lahir,” kata dr. Rini.
6. Kenali Tanda-Tanda Melahirkan
Tanda-tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
- Kontraksi teratur dan semakin sering
- Keluarnya lendir bercampur darah
- Pecahnya air ketuban
Jika tanda-tanda tersebut muncul, segera hubungi tenaga medis atau menuju rumah sakit terdekat. “Jangan tunggu terlalu lama di rumah, terutama jika ketuban sudah pecah,” tegas dr. Rini.
7. Siapkan Rencana Persalinan
Ibu juga disarankan berdiskusi dengan dokter mengenai rencana melahirkan, baik secara normal maupun operasi caesar. Pemahaman mengenai kondisi janin, riwayat kesehatan, dan preferensi pribadi akan membantu menentukan metode persalinan terbaik.
Trimester ketiga adalah masa yang penuh harapan dan kesiapan. Dengan perencanaan yang matang dan dukungan dari tenaga medis serta keluarga, proses melahirkan bisa menjadi pengalaman yang aman dan berkesan. (Tim)





