eBrita.com – PT Bukit Asam Tbk (BUKK) mengambil langkah strategis untuk memperkuat bisnis energi terbarukan dengan menyuntikkan dana sebesar Rp 1,2 triliun ke proyek PLTA Kerinci–Merangin Hidro. Investasi ini menjadi bagian dari upaya transformasi BUKK dari perusahaan tambang batubara ke portofolio yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Soal Investasi & Rencana Proyek
Dana Rp 1,2 triliun tersebut akan digunakan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur PLTA di area Kerinci dan Merangin, provinsi Jambi. Proyek ini diproyeksikan dapat menghasilkan listrik bersih dalam kapasitas yang signifikan, mendukung upaya dekarbonisasi nasional dan memenuhi kebutuhan listrik lokal.
Kerinci Merangin Hidro dirancang sebagai proyek strategis yang bisa menyuplai energi ramah lingkungan ke jaringan kelistrikan regional, sekaligus membuka peluang ekonomi baru di daerah.
Alasan & Strategi BUKK
Beberapa motivasi utama investasi BUKK ke PLTA ini antara lain:
- Diversifikasi usaha : mengurangi ketergantungan pada bisnis batu bara yang semakin mendapat tekanan global.
- Transisi energi mendukung tujuan nasional menuju bauran energi lebih hijau dan target net zero emission.
- Potensi jangka panjang : listrik dari PLTA cenderung lebih stabil dan punya biaya operasional lebih rendah dibanding bahan bakar fosil.
- Efek sosial & regional : proyek PLTA juga diharapkan mendorong pembangunan infrastruktur dan membuka lapangan kerja di sekitar Kerinci dan Merangin.
Tantangan & Catatan Penting
Meskipun investasi ini menjanjikan, banyak faktor yang harus dihadapi:
- Perizinan & regulasi: Proses izin lingkungan, lahan, dan alokasi air harus tuntas supaya proyek berjalan lancar.
- Risiko teknis & hidrologi: Ketersediaan debit air dan variabilitas iklim menjadi faktor penentu keberhasilan pembangkit hidro.
- Pendanaan lanjutan: Selain suntikan awal, pencapaian milestone proyek kemungkinan membutuhkan dukungan modal tambahan.
- Keterlibatan komunitas & dampak sosial: Masyarakat lokal harus dilibatkan agar proyek tidak menimbulkan konflik lahan atau dampak lingkungan negatif.
Proyeksi & Harapan
Investasi BUKK ke proyek PLTA Kerinci–Merangin bisa menjadi titik awal transformasi besar bagi perusahaan dan sektor energi Indonesia. Dengan pencapaian optimal, proyek ini diharapkan:
- Memasok listrik bersih dan andal ke jaringan regional
- Menurunkan emisi karbon di sektor energi
- Menjadi model investasi energi terbarukan dari BUMN atau perusahaan besar yang bergerak dari bisnis fosil.(Tim)





