ebrita.com
Jumat, 5 Juni 2026
  • Home
  • Daerah
    • Kota Jambi
    • Kerinci
    • Bungo
    • Muaro Jambi
    • Sungai Penuh
    • Tanjabar
    • Sarolangun
    • Merangin
    • Tanjabtim
    • Tebo
  • Pilkada 2024
  • Politik
  • Hukum
  • Nasional
  • Showbiz
  • Advetorial
  • Kolom
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Indeks
  • Home
  • Daerah
    • Kota Jambi
    • Kerinci
    • Bungo
    • Muaro Jambi
    • Sungai Penuh
    • Tanjabar
    • Sarolangun
    • Merangin
    • Tanjabtim
    • Tebo
  • Pilkada 2024
  • Politik
  • Hukum
  • Nasional
  • Showbiz
  • Advetorial
  • Kolom
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
ebrita.com
Tidak Ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Home Daerah Pilgub Politik Hukum Nasional Showbiz Advetorial Kolom
Home Pemerintahan

Semua Sekolah Dapat Layar Pintar, Kecuali Yang Menolak

27/09/2025
in Pemerintahan, Pendidikan
2 min read
Semua Sekolah Dapat Layar Pintar, Kecuali Yang Menolak
16
DIBAGIKAN
205
DILIHAT
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WA

BacaJuga

Pilihan Smartphone Murah Terbaik 2025, Spesifikasi Lengkap dan Harga Terbaru

China Bangun Masa Depan AI dengan Pendekatan Berbeda dari Barat, Ini Strategi dan Arah Kebijakannya

eBrita.com – Wakil Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Wamendikdasmen) mengungkapkan bahwa pemerintah akan menyalurkan bantuan layar pintar (smart screen/display interaktif) ke seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta, sebagai bagian dari upaya transformasi digital di dunia pendidikan. Namun, sekolah yang mengajukan penolakan resmi tidak akan diwajibkan menerima bantuan tersebut.

Pernyataan ini disampaikan dalam siaran Kompas.TV melalui kanal berita pendidikan, dan telah beredar di media sosial Kompas.TV sebagai headline: “Semua Sekolah Dapat Bantuan Layar Pintar Kecuali yang Menolak.”

Tujuan Bantuan Layar Pintar

Program layar pintar ini bertujuan meningkatkan kualitas proses belajar mengajar melalui teknologi. Beberapa manfaat yang diharapkan antara lain:

  1. Mempermudah guru menyampaikan materi interaktif.
  2. Menambah daya tarik visual dalam pembelajaran digital.
  3. Memfasilitasi integrasi konten digital dan aplikasi edukasi.
  4. Mengurangi ketergantungan pada media cetak atau papan tulis konvensional.

Dengan bantuan ini, diharapkan sekolah di daerah terpencil atau dengan fasilitas terbatas bisa merapatkan kesenjangan akses teknologi dalam pendidikan.

Syarat & Mekanisme Penolakan

Meski semua sekolah didorong untuk mendapatkan bantuan, Wamendikdasmen menyebut bahwa ada ruang bagi sekolah yang secara resmi menolak. Penolakan ini harus melalui prosedur administratif yang jelas agar sekolah tersebut tidak dikategorikan “golongan tertinggal” dalam penyaluran teknologi pendidikan.

  1. Beberapa faktor yang mungkin memotivasi penolakan sekolah antara lain:
  2. Keterbatasan infrastruktur penunjang (listrik, jaringan internet)
  3. Kekhawatiran terhadap pemeliharaan dan biaya perawatan layar pintar
  4. Keinginan mempertahankan metode pembelajaran tradisional atau kekhawatiran akan ketergantungan

teknologiNamun, keputusan penolakan sekolah haruslah formal dan tercatat agar tidak menjadi isu di masa depan.

Tantangan Teknis & Keberlanjutan

Penyaluran layar pintar ke seluruh sekolah tentu bukan tanpa tantangan:

  1. Infrastruktur listrik dan konektivitas: Banyak sekolah di daerah sulit akses listrik stabil atau jaringan internet yang memadai.
  2. Pemeliharaan dan pendampingan teknis: Alat teknologi memerlukan perawatan rutin serta pelatihan guru agar bisa digunakan optimal.
  3. Anggaran operasional sekolah: Meskipun layar diberikan, biaya listrik, update software, dan suku cadang mungkin menjadi beban baru bagi sekolah.
  4. Kualitas konten digital: Layar pintar efektif jika diiringi dengan konten pendidikan digital berkualitas dan relevan.

Untuk itu, pemerintah perlu menyiapkan paket dukungan teknis, pelatihan guru, dan monitoring agar program ini tidak sekadar proyek distribusi perangkat.

Inisiatif untuk mendistribusikan layar pintar ke seluruh sekolah merupakan langkah ambisius menuju pendidikan digital yang merata. Meski sekolah yang menolak tetap diberi opsi, kebijakan ini harus disertai kesiapan teknis dan dukungan nyata agar manfaatnya dirasakan di seluruh pelosok negeri.(Tim)

Print Friendly, PDF & Email
Topik: Bantuan Pendidikanlayar pintarTeknologiTeknologi Informasiwamendikdasmen

TerkaitBerita

ASN Kominfo Ramaikan Belanja di Pasar Bajure

ASN Kominfo Ramaikan Belanja di Pasar Bajure

17/04/2026
171
Harga Pangan Stabil, Ayam Naik Tipis di Tanjung Bajure

Harga Pangan Stabil, Ayam Naik Tipis di Tanjung Bajure

18/02/2026
146
Wujudkan Kota Beriman Bersih dan Aman Polres – Pemkab Merangin Gelar Kerja Bakti Bersama

Wujudkan Kota Beriman Bersih dan Aman Polres – Pemkab Merangin Gelar Kerja Bakti Bersama

06/02/2026
225
Diskominfosta Sungai Penuh Terapkan Standar Baru Kerja Sama Media

Diskominfosta Sungai Penuh Terapkan Standar Baru Kerja Sama Media

05/02/2026
198

KOLOM

Tender RSUD Kerinci Bernilai Rp137,5 Miliar Tuntas, Mimpi Besar Layanan Kesehatan Segera Terwujud

Tender RSUD Kerinci Bernilai Rp137,5 Miliar Tuntas, Mimpi Besar Layanan Kesehatan Segera Terwujud

2 Juni 2026

KANAL

  • Advetorial
  • Bisnis
  • Bungo
  • Daerah
  • Entertaiment
  • Healt
  • Hukrim
  • Hukum
  • Jambi
  • Kerinci
  • Kolom
  • Kota Jambi
  • Life Style
  • Merangin
  • Muaro Jambi
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sarolangun
  • Showbiz
  • Sosbud
  • Sport
  • Sungai Penuh
  • Tanjabar
  • Tanjabtim
  • Tanjung Jabung Barat
  • Tebo
  • Uncategorized

MENU

  • Home
  • Redaksi
  • Iklan
  • Privacy & Policy
ebrita.com

PT. Ebrita Jambi Media

Redaksi : Jalan Depati Parbo, Koto Lebu, Kec. Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh.

Copyright © 2020 EBRITA.COM - Member of IWO | Dev by YD4AFG

  • Home
  • Redaksi
  • Iklan