eBrita.com – Sektor hulu migas mencatat capaian gemilang pada 2025. Hingga Agustus, realisasi investasinya sudah mencapai US$9,38 miliar atau setara Rp152,96 triliun, dan diproyeksikan terus meningkat hingga menyentuh US$16,5–16,9 miliar pada akhir tahun.
Anggota Komisi XII DPR RI, Cek Enda, menyebut keberhasilan ini sebagai momentum penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah penghasil migas. Ia menegaskan, investasi besar harus memberi dampak langsung bagi masyarakat, terutama lewat penciptaan lapangan kerja, industri penunjang, dan pengembangan UMKM lokal.
Data SKK Migas menunjukkan, investasi eksplorasi meningkat 15% dibanding tahun lalu. Beberapa cadangan baru juga berhasil ditemukan, antara lain di West Kalabau, CEN-2 Deep, dan NW Wilela, yang ditargetkan mulai berproduksi pada kuartal IV 2025.
Dari sisi pemanfaatan dalam negeri, kontrak senilai US$5,066 miliar tercatat memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sekitar 57,17%. Meski begitu, Cek Enda mendorong agar manfaat investasi ini benar-benar dirasakan secara merata, termasuk oleh daerah penghasil seperti Jambi, Riau, Aceh, dan Papua.
Sejak 2020 hingga Juli 2025, kontribusi industri hulu migas terhadap berbagai sektor tercatat mencapai Rp650,5 triliun, dengan sekitar Rp35,4 triliun mengalir langsung ke UMKM. Sektor jasa transportasi, perhotelan, hingga boga disebut ikut mendapat dorongan positif dari aktivitas migas di daerah.
Cek Enda menegaskan, ketahanan energi nasional dan kesejahteraan daerah penghasil harus berjalan beriringan. “Investasi besar ini jangan hanya terkonsentrasi di pusat, tapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal,” ujarnya.(Tim)







