Ebrita.com – Buah kelengkeng yang manis dan segar memang jadi favorit banyak orang. Namun, sebagian ibu hamil kerap mendengar mitos bahwa kelengkeng dapat membuat perut terasa “panas” atau memicu masalah kehamilan. Benarkah begitu? Faktanya, kelengkeng justru aman dan bisa memberikan manfaat luar biasa bagi ibu hamil jika dikonsumsi dengan porsi yang tepat.
Amankah Buah Kelengkeng untuk Ibu Hamil?
Sampai saat ini, belum ada bukti medis yang menunjukkan kelengkeng berbahaya untuk bumil. Kekhawatiran bahwa kelengkeng bisa menaikkan suhu tubuh atau memperburuk “hot flashes” juga belum terkonfirmasi secara ilmiah.
Artinya, ibu hamil boleh mengonsumsi kelengkeng, bahkan bisa mendapatkan manfaat nutrisi yang terkandung di dalamnya. Namun, karena kelengkeng tinggi gula, porsinya tetap harus dibatasi agar tidak memicu diabetes gestasional.
5 Manfaat Kelengkeng untuk Ibu Hamil
Meningkatkan Sistem Imun
Kandungan vitamin C dan antioksidan dalam kelengkeng membantu memperkuat daya tahan tubuh ibu hamil sehingga lebih terlindungi dari infeksi.
Melancarkan Pencernaan
Serat dan air pada kelengkeng membantu mencegah sembelit, kembung, dan gangguan pencernaan lain yang sering muncul selama hamil.
Meningkatkan Nafsu Makan
Fruktosa alami dalam kelengkeng dapat membantu meningkatkan selera makan, sehingga ibu hamil tetap bertenaga dan kebutuhan gizinya tercukupi.
Memperkuat Tulang Ibu dan Janin
Mineral penting seperti kalsium, kalium, dan zat besi dalam kelengkeng mendukung kesehatan tulang ibu sekaligus pembentukan tulang, gigi, dan otot janin.
Mengurangi Risiko Anemia
Zat besi pada kelengkeng membantu pembentukan sel darah merah, sehingga mengurangi risiko anemia yang umum terjadi pada ibu hamil.
Aturan Aman Mengonsumsi Kelengkeng Saat Hamil
Meski kaya manfaat, ibu hamil sebaiknya tidak makan kelengkeng secara berlebihan. Karena tinggi gula, konsumsi kelengkeng dianjurkan tidak lebih dari tujuh buah per hari.
Pastikan juga memilih kelengkeng segar, tidak busuk, dan dagingnya masih berwarna normal. Jika ragu soal porsinya, konsultasikan ke dokter kandungan untuk saran yang lebih tepat sesuai kondisi kesehatan masing-masing.(Tim)





